PEKANBARU - Warga Kota Pekanbaru sempat disambut dengan kondisi udara yang berkabut pada Rabu (12/8/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setempat mengonfirmasi bahwa kualitas udara memang sempat menyentuh kategori tidak sehat, namun menepis anggapan bahwa hal tersebut murni dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa Kedang memaparkan bahwa data pengamatan alat membuktikan adanya lonjakan partikel kotor di udara pada pagi hari. Meski demikian, masyarakat diminta tidak langsung mengaitkannya dengan insiden kebakaran lahan yang kerap terjadi di musim kemarau.
"Pada pagi tadi kondisi kualitas udara di kategori tidak sehat. Namun, ini tidak bisa disimpulkan karena kebakaran atau disebabkan oleh kebakaran," urainya.
Faktor Cuaca dan Polutan
Elisa menjelaskan, fenomena penurunan kualitas udara ini lebih disebabkan oleh faktor cuaca dan penumpukan emisi. Kurangnya embusan angin membuat partikel kotor dari berbagai sumber tidak bisa menyebar secara maksimal dan terperangkap di dekat permukaan tanah.
"Kondisi ini terjadi karena akumulasi polutan, transportasi polusi dari wilayah lain serta kondisi atmosfer yang kurang mendukung penyebaran polutan seperti angin yang lemah dan kelembaban tinggi," terangnya.
Dampak dari kondisi atmosfer tersebut cukup kasatmata. Kabut yang membawa partikel polusi tampak menutupi jarang pandang di sebagian wilayah Kota Pekanbaru semenjak menjelang waktu subuh hingga mulai memudar pada pukul 06.15 WIB.
Tren Perbaikan Angka PM2.5
Pemantauan kualitas udara melalui konsentrasi partikulat halus (PM2.5) menunjukkan dinamika pergerakan polusi yang signifikan. Pada pukul 05.00 WIB, angka PM2.5 menembus 75,9 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang berarti masuk dalam kategori tidak sehat. Dua jam berselang, tepatnya pukul 07.00 WIB, konsentrasi perlahan menurun ke level 57 µg/m³ meski masih belum beranjak dari status tidak sehat.
Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya sirkulasi udara, kualitas polusi berangsur membaik. Data pembaruan pada pukul 11.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 telah turun tajam ke angka 39,8 µg/m³.
"Untuk data ter-update dari kami, kondisi kualitas udara di Pekanbaru saat ini dalam kategori sedang," tutupnya. ***


