PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengalokasikan 110 ribu masker untuk melindungi masyarakat dari paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penyaluran bantuan logistik kesehatan ini akan diprioritaskan untuk warga di Kabupaten Pelalawan dan dijadwalkan mulai didistribusikan pada Senin (24/8/2026).

Bantuan untuk Kelompok Rentan dan Petugas

Pelaksana tugas Gubernur Riau SF Hariyanto menyebut ketersediaan stok masker tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat di wilayah yang paling terdampak. Selain alat pelindung pernapasan, pemerintah daerah juga menyiapkan obat-obatan serta kebutuhan medis esensial lainnya.

"Besok kita akan menyalurkan berbagai bantuan, termasuk masker dan obat-obatan untuk masyarakat dan tim pemadam yang bertugas di lapangan," paparnya, Minggu (23/8/2026).

Ia menegaskan bahwa langkah antisipasi ini diambil untuk memastikan perlindungan kesehatan di lapangan, dengan fokus utama menyelamatkan kelompok masyarakat rentan seperti ibu hamil dan balita yang sangat berisiko saat kualitas udara mengalami penurunan.

Permintaan Tambahan ke Pusat

Mengingat potensi meluasnya sebaran asap karhutla, Pemprov Riau menginstruksikan agar pendistribusian dilakukan secara cepat namun tetap memperhitungkan ketersediaan logistik hingga beberapa bulan ke depan.

"Sampai November nanti, stok masker kita harus cukup. Ini Dinas Kesehatan sudah bersurat juga ke Kementerian untuk mengajukan bantuan, Alhamdulillah direspons baik," terangnya.

Langkah proaktif meminta tambahan stok dari pemerintah pusat ini dinilai penting untuk memperkuat cadangan perlindungan kesehatan, baik bagi masyarakat terdampak maupun bagi para petugas pemadam yang masih berjibaku mematikan sumber api di lokasi kebakaran.

Pelalawan Sumbang Titik Panas Terbanyak

Tingkat urgensi pengiriman bantuan ke wilayah Pelalawan sejalan dengan tingginya ancaman karhutla di daerah tersebut. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui hingga pukul 23.00 WIB, jumlah titik panas di Riau terpantau masih sangat signifikan.

Satelit mendeteksi keberadaan 355 titik panas di seluruh wilayah Provinsi Riau. Dari total data tersebut, Kabupaten Pelalawan tercatat sebagai penyumbang hotspot terbanyak, yakni mencapai 216 titik. ***