PEKANBARU - Berbagai produk kerajinan tangan, fesyen, hingga kuliner khas daerah berjajar menyapa pengunjung di ajang Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO) 2026. Mengusung semangat 'Lokal jadi vokal', pameran tahunan ini menjadi wadah bagi puluhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) di Pekanbaru untuk memperluas jangkauan pasar mereka, dari tingkat regional hingga ke kancah global.
Pameran yang berlangsung mulai 25 hingga 27 September 2026 ini dihadiri oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Job Kurniawan, bersama Perwakilan Pertamina Patra Niaga, Vivi, dan Manager SMEPP Pertamina Persero, Fety. Kehadiran selebgram lokal, Megi, turut memberikan warna tersendiri dalam upaya menarik perhatian pasar generasi Z agar lebih mengapresiasi produk dalam negeri.
Ajang pameran di Pekanbaru ini memfasilitasi 32 UMKM terpilih. Para peserta ini menghadirkan produk yang bervariasi, meliputi kerajinan, makanan dan minuman, serta fesyen. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan satu entitas, melainkan mendapat dukungan dari berbagai subholding perusahaan, termasuk Pertamina Patra Niaga, Kilang Dumai, Pertamina Retail, hingga pelumas.
Perjalanan menembus pasar internasional tentu membutuhkan pondasi bisnis yang kuat. Kurasi ketat telah dilakukan untuk memastikan kesiapan para pelaku usaha.
"Sertifikasi, perizinan, dan legalitas ini bukan hanya sekadar kertas. Ini adalah kunci inti utama untuk membuka pasar regional, nasional, apalagi pasar global," jelas perwakilan penyelenggara saat memaparkan proses pendampingan UMKM.
Saat ini terdapat sekitar 304.000 UMKM yang masuk dalam ekosistem pembinaan, dengan jangkauan wilayah mencakup Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Riau. Pihak penyelenggara juga melihat tren positif dimana generasi Z mulai berani tampil dan percaya diri menjadi pelaku UMKM.
Memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya, Pertamina SMEXPO kini diselenggarakan secara bertahap di enam lokasi berbeda di Indonesia. Selain Pekanbaru, pameran serupa juga menyambangi Cirebon, Yogyakarta, Bekasi, Jakarta, dan Balikpapan. Konsep pameran fisik ini kembali diintensifkan setelah pada dua tahun pertama pelaksanaannya harus digelar secara virtual akibat pandemi.
Terkait target pencapaian, pihak penyelenggara menetapkan indikator keberhasilan yang lebih dari sekadar transaksi harian. Meskipun target penjualan selama pameran diperkirakan berada di angka seratusan, fokus utama mereka adalah keberlanjutan bisnis para peserta.
"Target utamanya adalah dikenal, kemudian dicari, dan harapannya kalau sudah dipercaya, akan ada pesanan berulang (repeat order) dari konsumen," terang pihak Pertamina. ***


