PEKANBARU - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Abdul Hamid vmendesak manajemen Riau Pos untuk segera mengakhiri polemik dengan pendiri perusahaan, Rida K Liamsi. Ia menyarankan penyelesaian perkara tersebut ditempuh melalui jalur musyawarah mufakat di luar pengadilan, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, manajemen perusahaan perlu menghargai peran serta hak Rida K Liamsi yang merintis media tersebut sejak awal. Penyelesaian melalui ranah hukum dikhawatirkan hanya akan menciptakan perselisihan panjang tanpa memulihkan hubungan baik antar pihak.
"Sebaiknya persoalan ini diselesaikan dengan menghormati hak-hak Rida K Liamsi sebagai pendiri Riau Pos Group. Jangan sampai penyelesaiannya hanya melahirkan pihak yang menang dan pihak yang kalah," papar Abdul Hamid.
Proses peradilan memang mampu memberikan kepastian secara hukum, namun dampak sosial dan kekerabatan pasca putusan kerap kali berujung pada keretakan. Oleh karena itu, semua pihak diminta menurunkan ego serta menahan diri dari sikap emosional agar solusi mufakat bisa tercapai.
"Kalau bisa diselesaikan secara baik-baik, persoalannya selesai dan hubungan baik tetap terjaga. Tempuhlah jalan musyawarah sehingga tidak ada kesan siapa yang menang dan siapa yang kalah," jelasnya.
Sikap peduli ini lahir dari rekam jejak Abdul Hamid yang pernah mengabdi cukup lama di lingkungan Riau Pos Grup. Pengalaman tersebut membuatnya paham betul bagaimana kerasnya perjuangan Rida K Liamsi membesarkan perusahaan hingga mampu bernaung di bawah jaringan Jawa Pos Group dan menjadi salah satu raksasa media massa.
"Rida K Liamsi berjuang membesarkan Riau Pos hingga menjadi grup media yang besar. Karena itu, saya berharap semua pihak dapat menghormati jasa-jasa pendiri dan menyelesaikan persoalan ini secara bersahabat," urainya.
Setiap pihak diharapkan tidak melupakan sejarah berdirinya entitas bisnis tersebut. Penghargaan terhadap masa lalu menjadi kunci penting dalam menjaga marwah dan kelangsungan iklim kerja yang kondusif di masa depan.
"Dengan tidak mendahului takdir Tuhan, saya pikir tanpa Rida K Liamsi Riau Pos Group tidak pernah ada," ungkapnya. ***


