TEL AVIV - Pertemuan antara faksi-faksi Palestina akan digelar di Moskow pada 15 Januari. Dilansir kantor berita Rusia, TASS, Senin (1/1), pembicaraan ini melibatkan Fatah, Hamas, dan perwakilan faksi-faksi lain.

"Rusia akan menjadi tuan rumah pertemuan Fatah, Hamas, dan otoritas Palestina lain untuk mendiskusikan rekonsiliasi," kata anggota Komite Eksekutif PLO, Wasel Abu Yousef dikutip Jerusalem Post.

Pembicaraan ini bertujuan mengembalikan persatuan di Palestina. Palestine Liberation Organization menambahkan pembicaran akan digelar bersamaan dengan konferensi perdamaian internasional di Paris. Menurut Yousef, kepemimpinan Palestina ingin menunjukkan bahwa mereka berpartisipasi di kedua proses perdamaian, baik secara global maupun regional.

Juni 2016 lalu, Wakil menteri luar negeri Rusia, Mikhail Bogdanov mengatakan perpecahan di Palestina sendiri menghambar proses damai dengan Israel. "Isu ini harus diselesaikan dulu sehingga Palestina hadir sebagai satu kesatuan," kata Bogdanov saat itu dilansir TASS. Menurutnya, Rusia sangat mendukung persatuan Palestina segera dalam basis PLO dan Arab Peace Initiative.

Pertemuan rekonsiliasi ini bukan yang pertama dilakukan. Pada Mei 2011, pertemuan pertama dan tertutup digelar di dekat Moskow. Fatah dan Hamas ikut terlibat di dalamnya. Pejabat utama gerakan-gerakan di Palestina juga sepakat dalam pertemuan terpisah di Kairo.

Perpecahan antara dua faksi besar Palestina, Fatah-Hamas terjadi setelah pemilu parlemen 2006. Hamas menang saat itu. Pada Juni 2007, milisinya mengendalikan Jalur Gaza. Sejak saat itu Palestina terbagi jadi dua kekuatan besar, Fatah di Tepi Barat dan Hamas di Gaza.