MANILA - Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin sempat mengatakan, pemimpin Abu Sayyaf, Furuji Indama, tewas saat diserang pasukan Filipinan di Tipo-Tipo, Provinsi Basilan.

Menurut Gazmin, Indama termasuk di antara 25 milisi Abu Sayyaf yang tewas dalam tiga hari operasi militer di Basilan. Operasi militer dimulai pada Sabtu (9/4/2016).

"Dua puluh lima milisi, termasuk Furuji Indama, tewas," kata Gazmin, seperti dilansir GMA Network pada 12 April 2016.

Namun, tidak lama berselang, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), Brigadir Jenderal Restituto Padilla, mengoreksi pernyataan Gazmin bahwa Indama tidak ada di antara mereka yang tewas dalam bentrokan. Selain itu, jumlah korban tewas di pihak musuh hanya 24.

Seperti dikutip Sun Star, juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla, mengatakan Indama masih hidup, tapi kondisinya kritis setelah terluka dalam pertempuran. Padilla mengoreksi pernyataannya sendiri dan Gazmin.

Indama digambarkan sebagai target bernilai tinggi karena dia adalah orang nomor dua di Abu Sayyaf. Adapun Isnilon Hapilon merupakan orang nomor satu di Abu Sayyaf.

Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan militer Filipina itu merupakan balasan setelah pada Sabtu pekan lalu 18 tentara Filipina tewas dalam perang melawan Abu Sayyaf di Kota Tipo-Tipo.***