PEKANBARU, GORIAU.COM - Pasangan suami-istri mengaku dianiaya oleh Bupati Kampar Jefri Noer beserta istri dan ajudannya lantaran persoalan lahan seluas 40 hektare. Akibat penganiayan tersebut, korban dirawat di rumah sakit.

Jamal memapah istrinya, Nurasmi, ke Ruang Unit Gawat Darurat RSU Arifin Ahmad di Pekanbaru, Riau, dini hari tadi. Menurut dia, istrinya syok setelah kejadian penganiayaan yang menimpa mereka.

Jamal menceritakan, penganiayaan itu terjadi saat ia dan Nurasmi berada di kebun. Tiba-tiba datang Jefri bersama istrinya, Eva, dan ajudannya yang langsung marah-marah. Ia dituduh menyerobot lahan seluas 40 hektare yang diakui Jefri sebagai miliknya.

"Padahal, saya lebih dulu yang membeli lahan tersebut," ujar Jamal di rumah sakit, Senin (2/6/2014).

Setelah marah-marah, sambung Jamal, rombongan Bupati melakukan pengeroyokan. Bahkan, ajudan Jefri sempat menodongkan senjata api ke dirinya dan Nurasmi.

Menurut Jamal, penganiayaan itu menyebabkan tubuhnya dan tubuh istrinya mengalami lebam dan luka bekas cakaran. "Istri saya sampai sakit-sakitan dan trauma," akunya.

Jamal mengaku kasus tersebut sudah laporkan ke Polres Kampar. Ia berharap penegak hukum menindaklanjuti laporannya dengan melakukan proses hukum terhadap Jefri, istrinya yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, juga ajudan Jefri. ***