TIAP kali ada orang yang akan berangkat ibadah haji, keluarga dan masyarakat mendoakan supaya ia meraih haji mabrur. Ibadah haji merupakan perintah Allah bagi yang mampu. Mampu tidak semata mampu secara fisik dan finansial, yang paling penting adalah mampu membuat sadar, sehingga timbul keinginan, kemauan, usaha dan niat untuk menunaikan. Banyak orang mampu secraa fisik dan finansial, tapi belum naik haji. Rasulullah bersabda : "Haji mabrur tiada lain balasannya kecuali surga".
Begitu luhur balasannya, membuat manusia berkeinginan kuat untuk mendapatkannya, sehinggu rukun islam kelima ini telah menjadi telah menjadi rukun yang paling populer.
Kita bersyukur, tiap tahun umat islam indonesia lebih 200 ribu orang menunaikan ibadah haji. Tentu sudah jutaan masyarakat kita yang telah menunaikan haji, angka yang cukup signifikan.Pertanyaannya, apa haji mabrur itu dan apa tanda-tandanya ?Sebelum kita jawab, mari kita ingat terlebih dahulu tujuan agama islam begitu pula fungsi rukun islam dan rukun iman.
Adapun tujuan agama islam adalah : Menjadikan umat manusia, menjadi umat berkwalitas (pintar, berakhlak mulia dan bertauhid), sehingga kehidupan kesehariannya berlangsung aman, damai dan sejahtera dalam ridho Allah.Sementara rukun islam dan rukun iman tersebut merupakan syarat mutlak sebagai muslim dan berfungsi sebagai sarana mempermudah tercapainya tujuan islam. Maksudnya adalah, apabila rukun islam dan rukun iman kita amalkan dengan baik dan benar, diyakini tujuan islam akan tercapai dengan baik.
Banyak redaksional yang dikemukakan oleh para ahli mengenai pengertian haji mabrur.Sayyid Sabiq mengemukakan : "Haji Mabrur yaitu orang-orang yang semakin baik pengendalian dirinya terutama ucapan dan tindakannya sekembali ditanah air".
Buya AR Fakruddin, mantan Ketua PP Muhammadyah mengatakan : "Disamping pelaksanaannya baik ditanah suci yang lebih penting adalah setelah kembali, dimana terjadi perubahan prilaku kearah yang lebih baik".
Dari 2 pengertian di atas, kalimat kuncinya adalah terjadi perubahan kwalitas ibadahnya baik secara vertikal maupun horisontal atau dengan kalimat lain semakin takut kepada Allah dan semakin berguna bagi sesama".
Dalam hal ini Prof H Asmuni Abdurrahman, mantan Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadyah mengomentari tentang haji mabrur. Beliau mengatakan haji mabrur akan terlihat dari karakter dan akhlak kesehariannya seperti berikut :
Pertama, kesabarannya telah teruji, Egonya sangat terkendali dan kesolehannya tak ada yang sangsi.
Kedua, ketaatannya terhadap perintah serta larangan Allah sungguh terpuji dan kehadirannya ditengah masyarakat selalu dinanti.
Ketiga, risau kalau berjanji belum ditepati dan gelisah jika berhutang belum dilunasi.
Keempat, orangnya pemaaf dan bukan peminta-minta maaf dimana hidupnya penuh keikhlasan.
Kelima, terbiasa berkorban dan menolong dalam keadaan susah maupun senang.
Keenam, jauh dari sifat culas, bohong dan sombong.
Ketujuh, jujur dan sungguh-sungguh merupakan landasan hidupnya.
Inilah orang-orang yang berhak mendapatkan predikat Haji Mabrur yang akan berdampak luas terhadap perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena mereka sesungguhnya merupakan agen agen perubahan ke yang lebih baik. Mereka juga menjadi pionir dalam menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran islam.
Inilah orang orang yang balasannya adalah sorga diberikan Allah. Melihat kondisi bangsa kita akhir-akhir ini dimana kemungkaran merajalela, jika kita renungkan mendalam dan jujur barangkali tak salah jika orang berpendapat bahwa sebagian besar masyarakat kita yang sudah menunaikan ibadah haji sepertinya tidak mabrur.
Data ICW dan Mendagri 2014, selama 10 tahun terakhir : 242 DPR Terdakwa dan dipenjara. Lebih 3000 DPRD dan 330 kepala daerah bermasalah. 1.212 birokrat menjadi tersangka dan dipenjara. Dari 33 gubernur, 23 telah dipenjara. Dimana 3 diantaranya dari Riau.
Itulah fakta yang merupakan paradok, penduduknya 90% islam tapi prilakunya sangat bertentangan dengan ajaran islam, sebuah renungan buat kita. Namun kita tetap berdoa agar masyarakat kita yang telah menunaikan ibadah haji akan mendapatkan haji mabrur yang akan menjadi pionir dan teladan ditengah masyarakat luas didalam menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam yang akan mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita tanya diri kita masing-masing dan dijawab dengan jujur apakah haji kita betul-betul mabrur?
Wallahu'alam.***
Drs H Iqbal Ali, MM adalah Pengamat Sosial dan Keagamaan


