DUMAI, GORIAU.COM - Pengerjaan Drainase yang menyisakan waktu beberapa hari saja sebelum tanggal 20 Desember batas penyelesaian para kontraktor diminta untuk menyelesaikan pekerjaan fisik sesuai bestek. Hal itu diungkapkan Walikota Dumai, Khairul Anwar kepada GoRiau.com Minggu (24/11/2013) saat dikonfirmasi melalui sambungan selulernya.

Proyek drainase yang digesa pada APBD 2013 tersebut sebagai langkah penanggulangan banjir yang selama ini melanda kawasan Kota Dumai. Sejumlah wilayah kerap terkena banjir diantaranya, Jalan Pangeran Diponegoro, Sukajadi, dan Sultan Syarif Kasim.

"Saya minta pihak kontraktor penyedia jasa supaya bekerja dengan mengikuti bestek dan ketentuan yang berlaku baik dari segi engineering maupun ketentuan lainnya." ujar Walikota Dumai.

Wako juga turut menyampaikan apresiasinya atas upaya berbagai komponen masyarakat sebagai wujud kepedulian masyarakat dalam ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan di daerah ini.

"Mudah-mudahan sinergitas yang positif seperti ini diharapkan dapat untuk terus ditingkatkan di masa mendatang, saya berharap pembangunan drainase tersebut dapat diselesaikan tepat pada waktunya tanpa mengabaikan bestek dan hasil kerja." harapnya.

Proyek yang mencapai Rp11 miliar tersebut diharapkan hasilnya harus lebih memuaskan dan bisa mengatasi persoalan banjir di Kota Dumai. Sebab, harapan itu tidak hanya datang dari masyarakat tetapi juga pemerintah dalam mewujudkan Dumai sebagai Kota Pengantin Berseri dan Sehat.

"Saya harapkan kualitas yang dihasilkan lebih baik dan tak mudah rusak. Keberadaan drainase ini sangat penting dalam upaya mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di jalan dan pemukiman warga. Dengan adanya pembangunan pelebaran drainase diharapkan bencana banjir yang kerap terjadi disaat musim hujan dapat teratasi, jangan coba-coba untuk bermain mata dengan pengawas. Pekerjaan ini demi membantu sesama masyarakat yang menderita tatkala banjir melanda," ucap Wako.

Sebelumnya Walikota sempat melakukan sidak kesejumlah lokasi pembangunan drainase, dalam sidak tersebut wako sempat menampung sejumlah aspirasi dari masyarakat.

"Saya merasakan sekali dampak dari banjir yang kerap terjadi di jalan dan pemukiman warga, selain mempengaruhi penjualan, banjir juga membuat keindahan kota terganggu akibat genangan air tersebut. Bahkan banyak kendaraan yang mogok karena mesinnya tergenang air, makanya kami berharap drainase yang dibangun ini membuat jalan tak lagi kebanjiran sehingga perekonomian masyarakat meningkat," kata Adi, salah seorang warga yang tinggal di Pangeran Diponegoro.(egy)