BANDA ACEH – Amarah yang lama dipendam akhirnya meledak. Seorang santri kelas 12 di Pondok Pesantren Babul Maghfirah, Aceh Besar, nekat membakar asrama tempat ia tinggal lantaran tak tahan lagi menjadi korban perundungan.
Kebakaran hebat terjadi pada Jumat dini hari (31/10/2025), sekitar pukul 03.49 WIB. Api cepat menjalar dari lantai dua asrama putra dan melahap sebagian bangunan serta kantin pesantren di Desa Lam Alue Cut, Kecamatan Kuta Baro.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Heri Purwono, mengungkapkan pelaku merupakan santri di bawah umur yang kerap menjadi sasaran ejekan.
“Motifnya karena sakit hati. Dia sering dibully, diejek dengan sebutan ‘idiot’ dan ‘tolol’ oleh teman-temannya,” kata Joko kepada wartawan, Kamis (6/11/2025).
Aksi pelaku terekam kamera CCTV milik pesantren. Dalam rekaman, ia terlihat menyalakan api di area kabel dan tumpukan triplek di lantai dua asrama putra. Tak butuh waktu lama, api membesar dan menjalar ke seluruh bangunan.
Setelah membakar pesantren, pelaku melarikan diri ke rumah orang tuanya. Polisi kemudian mengamankan pelaku dan melakukan pemeriksaan. Dari hasil penyelidikan, perbuatan itu dipicu rasa tertekan akibat perundungan yang telah berlangsung lama.
“Ini murni karena faktor pribadi, tidak ada unsur lain. Perundungan terhadap pelaku sudah sering terjadi dan makin lama makin berat,” jelas Joko.
Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, pihak pesantren mengalami kerugian besar akibat asrama putra dan kantin hangus terbakar.
Menurut Joko, pelaku tidak pernah melapor kepada pihak pesantren tentang perlakuan yang diterimanya. Ia menduga, pelaku memilih diam karena takut.
“Sepertinya dia takut melapor, mungkin merasa terintimidasi. Ini akan kami dalami lebih lanjut,” ujarnya.
Peristiwa ini membuka luka lama tentang isu perundungan di lingkungan pendidikan, termasuk di pesantren. Banyak korban memilih diam, hingga tekanan emosi berubah menjadi tindakan ekstrem.
Pesantren Babul Maghfirah yang dipimpin Teungku H Masrul Aidi kini tengah berbenah setelah insiden tersebut. Polisi masih menyelidiki lebih jauh penyebab kebakaran, termasuk mengevaluasi sistem pengawasan dan pembinaan terhadap para santri. ***


