PEKANBARU - Ancaman titik api di Provinsi Riau menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan pada awal pekan ini. Berdasarkan pantauan satelit BMKG, jumlah titik panas atau hotspot di wilayah tersebut menyusut drastis dan hanya menyisakan tiga titik hingga Senin (27/7/2026) malam.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Indah DN membeberkan bahwa ketiga titik panas yang masih tersisa tersebut tersebar di tiga kabupaten berbeda. Wilayah yang masih terpantau memiliki hotspot yakni Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Meski Riau mencatatkan penurunan, kondisi di wilayah tetangga justru membutuhkan kewaspadaan ekstra. Secara keseluruhan, satelit mencatat keberadaan 169 titik panas yang masih tersebar di sepanjang Pulau Sumatera.
Provinsi Sumatera Selatan saat ini menduduki posisi puncak dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 51 titik. Angka tersebut disusul ketat oleh Sumatera Barat dan Bangka Belitung yang masing-masing menyumbang 31 titik panas.
Selanjutnya, wilayah Aceh mencatat 19 titik, Jambi 15 titik, Lampung 12 titik, serta Bengkulu tujuh titik. Mengingat dinamika alam dan potensi perubahan lingkungan yang cepat, warga tetap diminta berhati-hati saat beraktivitas. "Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu," imbaunya. ***


