DUMAI, GORIAU.COM - Rentetan panjang peristiwa kecelakaan kerja yang nyaris terjadi tiap tahun di Kilang Operasional PT Pertamina RU II Dumai mengundang tandatanya besar dari berbagai kalangan. Jika sebelumnya Forum Mahasiswa Peduli Dumai (FMPD) mendesak agar dibentuknya tim pencari fakta. Kali ini Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Dumai justru mendesak agar Pertamina diaudit atas alokasi peremajaan yang setiap tahunnya harusnya dilakukan terhadap mesin operasional tersebut.


"Seperti tumbal, para pekerja di Kilang Pertamina setiap tahunnya selalu ada insiden kecelakaan kerja yang merenggut nyawa manusia. Oleh karenanya PT Pertamina yang seharusnya menyikapi serius persoalan ini justru terlihat acuh dan tak peduli terhadap keselamatan para pekerja," ujar Eria Candra Ketua Umum HMI Cabang Dumai, kepada GoRiau.com Selasa (3/12/2013).


Dikatakan Eria, deretan peristiwa yang mengakibatkan nyawa pekerja melayang dikawasan kilang operasional PT Pertamina RU II harus diselidiki secara tuntas. Indikasi kuat bahwa mesin-mesin yang setiap harinya digunakan untuk beroperasi justru tidak pernah dilakukan perbaikan atau peremajaan sehingga berpotensi besar terhadap kecelakaan kerja.


"Kita menanggapi komentar dari kepala KLH Dumai beberapa waktu lalu, dimana setiap kecelakaan kerja pada kilang PT Pertamnia RU II Dumai sangat berpotensi terhadap pencemaran lingkungan." sebutnya.


Ironisnya, kata Eria, PT Pertamina RU II Dumai setiap kali adanya kecelakaan kerja justru terkesan menutup-nutupi informasi baik dari para wartawan maupun masyarakat. Bahkan, tambahnya, didalam kilang yang penuh pengawalan tersebut kerap terjjadi kecelakaan kerja yang tidak sama sekali diketahui oleh masyarakat.


"Saya banyak mendengar adanya kecelakaan kerja didalam kilang operasional PT Pertamina RU II, namun tak tersiar hingga keluar. bahkan para pekerja diancam agar tidak membeberkan setiap peristiwa kecelakaan kerja pada kilang operasional Pertamina," ungkap Eria.


Seperti diketahui sepanjang tahun 2013 saja sedikitnya dua kali terjadi kecelakaan kerja dimana satu diantara 4 korban selama 2013 meregang nyawa.


"Pertama kita dengar kasus semburan air panas yang memicu tewasnya salah seorang pekerja. baru-baru ini kembali tiga pekerja TA jadi korban kecelakaan kerja yang mengakibatkan ketiganya harus mendapat luka bakar," ujarnya.


DPRD Dalam hal ini, lanjut Eria, harus mengambil sikap tegas terhadap Pertamina, tidak hanya itu KLH selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap lingkungan harus mewaspadai dampak dibalik kecelakaan kilang operasional CPO tersebut.(egy)