SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti sangat menyesalkan Viralnya Video Eforia berlebihan dari oknum peserta Pawai Takbir Idul Adha 1440 H di Kepulauan Meranti, seperti disampaikan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Meranti Hery Saputra SH, apa yang dilakukan oleh oknum peserta takbir itu diluar rangkaian acara, meski begitu Pemkab Meranti tetap akan memberikan pembinaan kepada para remaja tersebut.

"Ya kita dari Pemkab Meranti sangat menyesalkan peristiwa itu, apa yang dilakukan oleh para remaja itu diluar rangkaian acara dan kita sama sekali tidak menduga karena peristiwa itu terjadi sudah larut malam dan acara pokok selesai," jelas Kabag Humas Hery Saputra.

Seperti diketahui, Sabtu malam (10/8/2019) lalu, Pemkab Meranti menggelar Pawai Takbir menyambut Idul Idha 1440 Hijriah, kegiatan itu merupakan kegiatan tahunan yang digelar Pemerintah dalam menggaungkan takbir dan tahmid hingga kepelosok negeri.

Kegiatan yang juga merupakan tradisi masyarakat Meranti itu dikemas dengan apik dan diperlombakan dengan berbagai kategori mulai dari  rombongan paling semarak hingga kendaraan hias. Peserta sendiri berasal dari para remaja masjid, pelajar, Ormas, Pramuka dan lainnya.

Ads
Dari informasi yang dihimpun Humas Pemkab Meranti, awalnya Pawai Takbir Idul Adha 1440 H, di Kepulauan Meranti berlangsung dengan hikmat dan semarak hingga penutupan oleh panitia. Kegiatan Pawai Takbir ditutup sekira pukul 23.00 Wib, dengan penyerahan hadiah kepada peserta terbaik ditiap kategori setelah itu satu-persatu peserta mulai meninggalkan lokasi acara.

Namun amat disayangkan kegiatan yang berlangsung hikmat ini harus ternodai oleh ulah tak pantas oleh oknum remaja yang disebut-sebut berasal dari salah satu rombongan peserta takbir yang kebetulan menjadi pemenang. Kuat dugaan aksi itu merupakan aksi spontanitas oleh para remaja sebagai ekspresi kemenangan, namun apapun alasanya Pemkab Meranti tetap menyesalkan kejadian itu dan berharap kejadian itu menjadi yang pertama dan terakhir terjadi.

"Kita berharap kejadian ini menjadi yang pertama dan terakhir, kedepan jangan sampai terjadi lagi. Agar hal ini tak terulang lagi dan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua dan juga berharap peran aktif dari panitia, para guru dan orang tua untuk memberikan pemahaman Kepada anak tentang hal yang merugikan," ucap Kabag Humas Meranti.

Terakhir Kabag Humas dan Protokol Meranti berharap kepada rekan-rekan media dan masyarakat lebih bijak menyikapi masalah ini dengan tidak memviralkan lagi Video tersebut, karena apa yang terjadi sangat bertolak belakang dengan adat dan tradisi yang selama ini melekat pada masyarakat Meranti yang terkenal sebagai negeri melayu dimana adat bersandi sarak, sarak bersandi kitabullah. (rls)