JAKARTA - Saat ini begitu banyak perkebunan kelapa sawit serta tumbuhnya beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang menghasilka CPO di Provinsi Riau.

Disamping itu, Riau juga dikenal dengan penghasil minyak dan gas bumi. Selain sektor ekonomi perkebunan dan migas, Riau juga memiliki potensi meraup pendapatan lebih dari sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Untuk itulah, mengapa Pemerintah Provinsi Riau, tak boleh lengah dan sudah saatnya megelola hasil alam yang ada di Riau. Hal ini diungkapkan tokoh masyarakat Riau asal Kuansing, Indra Putra kepada GoNews.co, melalui pesan elektroniknya, Minggu (18/6/2017).

"Sudah saatnya kita harus mengelola kekayaan hasil alam, dengan membuat terobosan, misalnya adalah industri hilir dari kelapa sawit, sehingga CPO-CPO yang selama ini dikirim ke daerah lain, kita kelola sendiri," ujarnya.

"Harapan saya, ini sudah saatnya Pemprov Riau mengelola hasil alam. Dan menurut saya, Pemprov harus segera membentuk BUMD baru, atau juga bisa memanfaatkan BUMD yang sudah ada untuk membuat industri hilir tersebut," lanjutnya.

Dengan demikian kata dia, langkah tersebut bisa menghasilkan PAD bagi Provinsi Riau dan juga bisa membuka lowongan kerja bagi masyarakat luas.

"Tentunya hal ini juga otomatatis akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi masyarakat," tandasnya.

Namun kata dia, Pemprov Riau juga harus tegas dan tetap memberikan pengawasn. Sebab kata dia, jika tidak ketat dalam pengawasan, justeru Pemprov sendiri yang akan dirugikan.

"Iya jangan sampai BUMD itu malah bikin repot dan hanya bisa 'menyusu' ke APBD Riau," tandasnya.

Jadi kata dia, tidak hanya cukup di dirikan dengan kelengkapannya saja. Tapi juga harus dicari orang yang memang ingin membesarkan BUMD tersebut.

"Dan secara normal tentu BUMD ini akan bisa tegak sendiri dan menjadi besar dan menghasilkan bagi Riau, apalagi jika dikelola dengan baik dan menghasilkan produk yang memang dibutuhkan masyarakat," tuturnya.

Selain itu lanjutnya, sudah saatnya Pemerintahan Provinsi maupun Kabupaten/Kota, membuat fasilitas yang lengkap di beberapa objek wisata.

"Iya supaya aksesnya mudah, dan pastinya banyak menarik para wisatawan. Saya yakin target kunjungan bisa tercapai dengan mudah, jika semuanya dipersiapkan dan dijalankan dengan matang," paparnya.

Apalagi kata dia, Gubernur Riau saat ini, yakni Andi Rachman, dianggap piawai dalam menjembut bola ke pusat.

"Pak Andi sudah jemput bola ke Pemerintah Pusat, contoh nya adalah akses insfratuktur ke berbagai destinasi seperti Bono, Pacu Jalur, Candi Muara Takus dan akses wisata lainnya," tandasnya.

Namun dia juga mengingatkan, masih banyak juga akses-akses ke wisata yang sudah mulai rusak dan perlu pembenahan.

"Salah satu contoh adalah akses jalan ke Candi Muara Takus, baru saja diaspal sekarang sudah mulai rusak akibat truk truk yang mengangkat galian C. Ini juga Pemprov harus berkoordinasi dengan instansi terkait, supaya menertibkan truk-truk yang lewat disana," pintanya.

Jika dibiarkan kata dia, maka apa yang sudah dikerjakan Pemprov Riau, dibawah kepimpinan Andi Rachman akan sia-sia. ***