JAKARTA - Meskipun ada sebagian orang yang meragukan program Riau Hijau sebagai langkah mengatasi kebakaran lahan dan hutan pada musim kemarau, Gubernur Riau Syamsuar tetap yakin dan optimis program tersebut bisa berjalan.

Hal ini diungkapkan Syamsuar menjawab keraguan sebagian masyarakat yang menyebut program tersebut susah terealisasi jika hanya memprioritaskan penataan lokasi kebun sawit sebagai indikator program Riau Hijau.

"Kita apalagi bangsa melayu harus optimis, jangan pesimis. Program Riau Hijau ini bukan hanya sebatas penataan sawit saja, tapi juga menyasar berbagai permasalahan seperti sampah dan lainya," ujar Syamsuar pada acara Halal Bihalal PMRJ, Minggu (07/07/2019) malam.

"Jika masyarakat ingin Riau terbebas dari asap dan kebakaran lahan, solusinya ya itu, Riau Hijau," tandasnya.

Riau Hijau sendiri merupakan terobosan Syamsuar berserta wakilnya Edy Natar Nasution dalam menunjukan kepedulian pada lingkungan hidup. Bagi Syamsuar Riau Hijau adalah ruang untuk menyambung keberhasilan Siak Hijau yang pernah diterapkanya di Kabupaten Siak.

Riau Hijau kata Syamsuar, juga akan melibatkan semua stokeholder, mulai dari masyarakat sampai dunia usaha. Termasuk lembaga swadaya masyarakat peduli lingkungan.

"Kami ingin mengikutsertakan semua stokeholder, baik masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat, perusahaan dan kalau bisa PMRJ juga harus ikut program ini," katanya.

Terlebih lagi kata Syamsuar, saat ini berbagai perusahaan termasuk di Riau, juga turut andil dalam memproduksi sampah khususnya yang berbahaya seperti plastik. Ia berharap, dengan menggandeng sejumlah pengusaha, nantinya bisa menghasilkan produk yang ramah lingkungan.

"Sampah plastik ini jadi persoalan bukan hanya di Riau, tapi persoalan nasional bahkan internasional. Jadi kalau bukan kita siapa lagi," urainya.

Guna mewujudkan Riau hijau, lanjut Syamsuar, pihaknya tidak akan lagi memberikan izin konsesi. "Karena ini juga merupakan komitmen dari Presiden RI Joko Widodo, yang tidak akan lagi memberikan izin konsesi perkebunan sawit di Riau," tegasnya.

Karena kebun sawit di Riau kata dia, sudah cukup besar dan luas. Termasuk kebun sawit terluas di Indonesia. "Jadi saya berpikir sudah cukup. Apalagi, tidak ada lagi lahan yang bisa dimanfaatkan untuk kebun sawit. Dan ini merupakan komitmen saya dengan Pak Edy Nasution untuk masyarakat Riau untuk sama-sama mencintai alam yang sudah Tuhan berikan untuk kita rawat dan jaga dengan baik," paparnya.***