PEKANBARU - Pengoperasian rute roll on-roll off (Roro) Dumai (Riau, Indonesia) - Malaka (Malaysia), ada titik terang. Pasalnya, selama ini pengoperasian sempat tersendat. Pemerintah telah menjalin kesepakatan dengan PT Pelindo 1 dan Tanjung Beruas Port, sebagai operator Pelabuhan Dumai-Malaka.

Kepala Biro Humas, Protokol dan Kerjasama Setdaprov Riau, Firdaus mengatakan kepada GoRiau.com, bahwa hasilnya Roro Dumai-Malaka sudah disetujui. Sekarang ini pembahasan teknis saja.

"Tinggal teknis kedepannya seperti apa. Pelabuhan di Malaka sudah ditetapkan di Tanjung Beruas Port. Sedangkan di Kota Dumai antara Pelabuha Junjungan dan Pelindo," kata Firdaus, yang masih di Malaka untuk pembahasan Roro Dumai-Malaka.

Diungkapkan Firdaus, dalam pembahasan kemarin yang dihadiri Dari dihadiri oleh Kadishub Riau M Taufiq dan Karo Humas, Protokol dan Kerjasama, serta dari Dumai Kadishub Kota Dumai Aznar. Juga dibahas tentang SOP teknis pelaksanaan Roro antara kedua belah pihak.

"Pertemuan ini akan berlanjut di Kota Dumai diperkirakan pada tanggal 19 Juni 2019 mendatang. Pembahasan kemarin dilakukam dengan Kementerian Perhubungan Malaysia, Kementerian Perhubungan Indonesia, Kedubes RI di Kuala Lumpur, dan Pelindo," ungkap Firdaus.

Sementara itu Gubernur Riau, Syamsuar mengatakan, dengan adanya Roro dari Dumai ke Malaka, tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Riau dalam memberikan pelayanan, terutama pelayanan kesehatan. Orang akan semakin ramai berobat ke Malaka.

"Pelayanan harus ditingkatkan, kalau kita ingin membangun kemajuan.Kita harus memperbaiki pelayanan kesehatan, apalagi kita sudah punya rumah sakit yang hebat, dokter yang hebat. Tapi kita sebagai pelayan perlu melakukan perbaikan," jelas Syamsuar.

Terkait tantangan itu juga, Syamsuar menyebutkan, masalah pelayanan BPJS di kabupaten/kota yang ada di Riau harus menjadi prioritas. Selain itu, persoalan yang nantinya terkait masalah pendidikan di Riau dalam upaya peninkatan pembangunan indek manusia. ***