PEKANBARU – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pekanbaru memastikan Provinsi Riau aman dari indikasi awal kebakaran hutan dan lahan. Pantauan satelit mutakhir menunjukkan tidak ada satu pun titik panas yang terdeteksi di wilayah tersebut, Jumat (22/5/2026).

Kondisi aman ini berbanding terbalik dengan situasi di daratan Pulau Sumatera secara keseluruhan. Berdasarkan rekapitulasi data terbaru, satelit masih mendeteksi puluhan titik panas yang tersebar di enam provinsi tetangga.

"Sementara itu, di Provinsi Riau tidak terdeteksi adanya hotspot atau nihil titik panas," jelas Forecaster on duty, Indah DN.

Dari total 39 titik panas di Sumatera, Provinsi Bangka Belitung mendominasi dengan temuan 24 titik. Wilayah lain yang turut menyumbang angka kebakaran meliputi Jambi dengan 8 titik, disusul Sumatera Selatan 3 titik, Aceh 2 titik, serta Lampung dan Sumatera Barat masing-masing 1 titik.

Nihilnya titik panas di Riau didukung oleh kondisi cuaca yang cukup lembap. BMKG mencatat dominasi udara kabur hingga berawan menyelimuti sebagian besar wilayah Bumi Lancang Kuning sejak pagi hari.

Bahkan, hujan berintensitas ringan diprakirakan akan mengguyur wilayah seperti Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, dan Indragiri Hulu menjelang malam hari. Kehadiran presipitasi lokal ini menjadi faktor alami yang sangat membantu menjaga kelembapan tanah, sehingga potensi kemunculan titik panas baru dapat terus ditekan. ***