JAKARTA - Bencana gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang menghantam Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) memakan puluhan korban jiwa. Merespons musibah tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meminta seluruh gubernur di Indonesia turun tangan memberikan bantuan logistik untuk meringankan beban para korban.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya menuturkan bahwa inisiatif tersebut didorong agar daerah yang memiliki kemampuan anggaran maupun logistik dapat bersolidaritas membantu pemulihan kawasan NTT.

"Jadi Pak Menteri mendorong agar seluruh kepala daerah yang memiliki kemampuan untuk ikut meringankan beban saudara-saudara kita di NTT," sebutnya di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Langkah koordinasi tidak hanya dilakukan dari pusat. Pejabat tertinggi di kementerian tersebut juga langsung bertolak ke lokasi bencana untuk meninjau situasi kerusakan dan kebutuhan pengungsi secara langsung.

"Pak Menteri sudah langsung ke sana di hari pertama, mengkoordinasikan langkah-langkah di lapangan, dan juga mengkoordinasikan bantuan-bantuan dari berbagai daerah," terangnya.

Imbauan penggalangan logistik itu langsung ditindaklanjuti oleh sejumlah kepala daerah di tanah air. "Alhamdulillah para gubernur memberikan bantuan natura, bahan makanan, peralatan, dan lain-lain," tambahnya.

Guncangan gempa ini melanda wilayah Flores, Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58.24 WIB. Terkait dampak korban, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari mengonfirmasi bahwa musibah ini telah menelan banyak korban jiwa berdasarkan pendataan terbaru per Minggu (16/8/2026) sore.

"Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore hari ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia," ungkapnya.***