PEKANBARU - Suasana di sekitar kawasan Masjid Arfa'unnas, Kampus Universitas Riau (Unri), Pekanbaru, mendadak dipadati warga pada Selasa (8/9/2026) siang. Perhatian massa tersita oleh temuan sesosok pria dewasa yang terbujur kaku dengan kondisi leher terjerat juntaian kain yang terikat kuat pada sebuah batang pohon.
Saat ditemukan, pria nahas tersebut mengenakan kemeja berwarna kuning dan celana panjang hitam. Insiden yang diduga kuat merupakan tindakan gantung diri ini dengan cepat memancing kedatangan masyarakat dan mahasiswa yang memadati lokasi untuk melihat situasi secara langsung.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun GoRiau.com di lapangan, korban disinyalir merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Desas-desus yang berkembang di tengah warga menyebutkan bahwa pria tersebut sempat melarikan diri dari fasilitas pengawasan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, yang letaknya tidak terpaut jauh dari kawasan kampus Unri.
Evakuasi dan Penyelidikan Kepolisian
Merespons temuan warga, personel piket dari Polsek Binawidya bersama tim identifikasi Polresta Pekanbaru segera meluncur ke tempat kejadian perkara (TKP). Sesampainya di lokasi, petugas langsung mensterilkan area dari kerumunan massa guna mempermudah proses pemeriksaan awal dan evakuasi jasad korban.
Hingga evakuasi berjalan, pihak kepolisian belum mengeluarkan pernyataan resmi menyangkut identitas pasti maupun runtutan kronologi tewasnya pria tersebut. Aparat masih fokus mengumpulkan bukti fisik dan memintai keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi.
Respons Pihak Rumah Sakit Jiwa
Terkait spekulasi bahwa korban adalah pasien yang lolos dari penjagaan ruang perawatan, pihak RSJ Tampan belum memberikan pembenaran. Upaya konfirmasi yang dilayangkan kepada Ketua Komite Medik RSJ Tampan, dr Nining Gilang Sari, melalui pesan WhatsApp belum membuahkan jawaban yang definitif.
"Wa’alaikumsalam, maaf pak hingga saat ini belum ada klarifikasi," balasnya singkat.
Proses identifikasi kelanjutan atas jasad korban masih berada di ranah penyelidikan tim Polresta Pekanbaru sembari menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. ***


