BAGANSIAPIAPI – Kelangkaan BBM jenis pertalite dan bensin terjadi di Kota Terapung Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa hari dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat setempat.

Putusnya pasokan BBM membuat warga kesulitan beraktivitas. Banyak kendaraan roda dua tidak bisa digunakan karena kehabisan bahan bakar. Pangkalan ojek tampak sepi, sementara jalan-jalan di kawasan penghasil ikan itu didominasi pejalan kaki.

Seorang warga Panipahan, Narto (45), Jumat (12/12/2025), mengatakan pertalite dan bensin semakin sulit didapat. Menurutnya, kondisi tersebut membuat warga terpaksa meninggalkan kendaraan mereka.

"Sudah beberapa hari ini langka. Saya dan masyarakat lainnya sulit mendapatkan bensin. Akibatnya motor kami tidak bisa dipakai karena kehabisan minyak," ujarnya.

Ia menjelaskan, di Panipahan tidak terdapat SPBU yang menjual bensin maupun pertalite. Selama ini, pasokan BBM masuk dari Ajamu, Labuhan Batu, melalui jalur laut yang dibawa oleh para along-along, sebutan bagi pembawa BBM ke Panipahan.

"Beberapa hari ini suplai berhenti. Jumat ini baru masuk lagi, tapi harganya satu liter sampai Rp25.000 bahkan Rp30.000," katanya.

Kabar masuknya BBM tersebut langsung menyebar di tengah masyarakat. Warga pun berbondong-bondong mendatangi lokasi penjualan di Jalan Bakti Panipahan. Dalam hitungan menit, jalan pelataran yang berada di atas kawasan pantai itu dipadati warga hingga tidak bisa dilalui.

Sorai dan protes terdengar dari warga lain yang jalannya terganggu. Mereka meminta agar pembelian BBM diatur supaya tidak menimbulkan kemacetan dan menghambat aktivitas masyarakat sekitar.

Melihat kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera mengambil langkah nyata. Salah satunya dengan mendirikan SPBU di Panipahan agar kebutuhan BBM masyarakat bisa terpenuhi dan kejadian serupa tidak terus berulang. ***