JAKARTA - Kasus dugaan percobaan penculikan terhadap seorang lansia berinisial GH (70) tahun di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Penjaringan, Jakarta Utara mulai menemukan titik terang. Pihak kepolisian mengonfirmasi telah berhasil mengidentifikasi dua orang terduga pelaku yang terlibat dalam aksi kriminal tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Sampson Sosa Hutapea mengungkapkan bahwa penyidik saat ini bergerak cepat di lapangan untuk memburu keberadaan kedua buronan tersebut.

"Sudah teridentifikasi dua terduga pelaku," kata Sampson, Minggu (14/6/2026).

Kronologi Aksi Nekat Pelaku di Pagi Hari

Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini terjadi 16 April 2026 sekitar pukul 06.55 WIB. Saat itu, korban sedang melakukan aktivitas olahraga pagi di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), sebuah kendaraan roda empat tampak membuntuti langkah korban dari belakang. Tidak lama kemudian, seorang pria turun dari mobil tersebut dan langsung mencoba menyeret paksa tubuh korban agar masuk ke dalam kabin kendaraan.

Perlawanan Sengit Korban yang Menggagalkan Penculikan

Meski sudah memasuki usia senja, korban menunjukkan keberanian besar untuk mempertahankan diri dari ancaman kejahatan. Situasi di lapangan berkembang menjadi pergulatan fisik karena korban menolak menyerah:

  • * Upaya Tarik Paksa: Pelaku berusaha keras memasukkan korban ke dalam kendaraan roda empat secara paksa. "Pelaku mencoba menarik korban untuk memaksa masuk ke dalam mobil. Untungnya korban melakukan perlawanan sehingga pelaku tidak berhasil melakukan penculikan tersebut dan pergi dari TKP," ujar Sampson.
  • * Pergulatan Fisik di Jalanan: Kontak fisik yang terjadi membuat korban dan pelaku sempat bergelut hingga terjatuh di atas aspal jalanan.
  • * Teriakan Pengusir Pelaku: Sembari melawan, korban terus berteriak meminta pertolongan masyarakat sekitar, memicu kepanikan mendalam pada diri pelaku.

"Korban dan pelaku sempat bergelut, bahkan jatuh. Karena korban melawan dan berteriak, pelaku terlihat ketakutan lalu meninggalkan lokasi," tambahnya menceritakan situasi psikologis pelaku yang akhirnya memilih kabur dari tempat kejadian perkara. ***