PEKANBARU - Pengiriman 20 kilogram sabu, dari Malaysia ke Indonesia melalui perairan Dumai, yang diamankan Polda Riau, ternyata dikendalikan seorang mafia dari Myanmar.

Tersangka berinisial AD, alias Alex (37), saat diinterogasi penyidik Timsus Ditnarkoba Polda Riau, mengaku kalau dirinya diperintahkan seseorang yang berinisial BOS, untuk menjemput 20 kg sabu itu ke Rupat, dan membawanya ke Dumai.

Setelah sampai di Dumai, barang haram itu akan diambil oleh seseorang yang tidak diketahui oleh Alex. Namun, sebelum garam haram itu berhasil diselundupkan, ternyata niat jahat Alex dan BOS sudah tercium oleh Ditnarkoba Polda Riau.

"Jadi tersangka ini diperintahkan oleh pengendali yang berada di Myanmar, dengan upah sebesar Rp8 juta per kilogram, dibayar setelah barang sampai ke tujuan penerima di Dumai," ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendy, melalui Dirnarkobanya, Kombes Pol Victor Siagian, kepada GoRiau.com, Selasa (19/1/2021).

Ternyata, Alex juga sudah pernah melakukan penyeludupan narkoba, sebanyak satu kali pada bulan Desember 2020 lalu.

Diberitakan sebelumnya, aparat kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Riau, menggagalkan pengiriman 20 kilogram sabu, dari Malaysia ke Indonesia, melalui perairan Dumai.

Penyeludupan garam haram itu, digagalkan oleh Tim Khusus Direktorat Narkoba Polda Riau, yang dipimpin oleh Kasubdit I, AKBP Hardian. Berbekal informasi yang diberikan oleh anggota TNI AL Lanal Dumai, pada hari Minggu (17/1/2021), kalau akan ada penyeludupan narkoba jenis sabu, di wilayah Rupat, dengan tujuan Dumai.

Menindaklanjuti informasi itu, Timsus Ditnarkoba Polda Riau, langsung melakukan pengintaian di sekitaran Roro Rupat-Dumai.

Setelah semalaman melakukan pengintaian, akhirnya usaha petugas membuahkan hasil. Pada hari Senin (18/1/2021) pagi, sakitar pukul 10.30 WIB, petugas melihat satu unit mobil Toyota Avanza yang mencurigakan turun dari kapal Roro penyebarangan.

Dengan segera Timsus menghentikan laju mobil itu, dan melakukan penggeledahan. Benar saja, didalam mobil yang dikemudikan seorang lelaki berinisal AD, alias Alex (37), ditemukan 2 tas yang di bungkus dalam kardus, ternyata berisi 20 bungkus diduga narkotika jenis Shabu.

Pengungkapan itu dibenarkan oleh Dirnarkoba Polda Riau, Kombes Pol Victor Siagian, saat dikonfirmasi GoRiau.com, Selasa (19/1/2021) siang.

"Iya benar, kita akan terus melakukan pengembangan terkait penangkapan ini," ujar Victor. ***