SELATPANJANG - Pemda Kepulauan Meranti menganggarkan Rp1,5 miliar pada APBD 2019 untuk beasiswa. Pembayaran diperkirakan pada Bulan Februari atau Bulan Maret.

"Iya, dianggarkan pada ABPD 2019," kata Kabag Humas dan Protokol Kepulauan Meranti, Hery Saputra SH, Jumat (16/11/2018).

Meski dianggarkan pada tahun 2019, tambah Hery, pengajuan telah dibuka sejak tahun 2018.

Hal itu pernah juga disampaikan Asisten II Setdakab Kepulauan Meranti Syamsuddin. Katanya, sejak dibuka pengajuan beasiswa tahun 2018, sudah ada sekitar 1.000 orang yang mengirim berkas.

Agar bisa mengakomodir lebih banyak mahasiswa, Pemda pun membuat kebijakan menurunkan syarat IPK minimal. Yang semula 3.00 untuk eksakta menjadi 2.75 dan 3.25 untuk sosial menjadi 3.00.

Saat ini, sedang tahapan verifikasi berkas. Bagi yang memenuhi syarat dan layak menerima bantuan pendidikan itu, akan dibayar pada tahun depan (2019).

Bea siswa tersebut disiapkan Pemda Kepulauan Meranti bagi mahasiswa tidak mampu dan berprestasi. Pemda tidak ingin ada generasi penerus putus kuliah hanya karena tidak memiliki dana.

Sebelumnya, permasalahan beasiswa menjadi sorotan banyak pihak. Sejak 2015, bantuan pendidikan yang biasanya diberikan tiap tahun tak bisa disalur. Salah satu penyebabnya adalah rasionalisasi anggaran oleh Pemerintah Pusat.

Berlanjut pula sampai tahun 2016, 2017, hingga 2018. Baru lah tahun depan (2019-red) Pemda Kepulauan Meranti menganggarkan sebesar Rp1,5 miliar untuk bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di perguruan tinggi.

"Kita harap beasiswa kali ini dibayar. Sebab itu sangat membantu teman-teman yang membutuhkan. Kemarin kita juga sudah audensi dengan Pemda, salah satu poin yang dibahas adalah masalah beasiswa," ujar Gusriadi, Ketua IPMK2M. ***