DURI, GORIAU.COM - Polisi Cilik atau lebih dikenal dengan sebutan Pocil, keberadaannya bukan hanya untuk menghibur melalui tarian dan gerakan dalam baris berbaris yang kompak. Pocil binaan Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bengkalis, diberikan pembekalan disiplin berlalu lintas sejak usia dini. Ternyata menjadi seorang pocil memiliki kebanggaan dan kisah yang mengharukan.
Syarat menjadi seorang pocil, harus memiliki jasmani dan rohani yang sehat. Selain itu, memiliki prestasi akademik dan non akademik di sekolah merupakan tuntutan yang harus dipenuhi. Hal itu tak terlepas dari izin yang diberikan oleh kedua orang tua.
Tahun lalu, 28 pocil binaan Sat Lantas berhasil membuat suatu kebanggaan tersendiri, dengan menjuarai pertandingan antar pocil Kepolisian Resort (Polres) dibawah Kepolisian Daerah (Polda) Riau, meskipun hanya juara kedua.
Berangkat dari prestasi itu, tahun ini Sat Lantas Polres Bengkalis telah melakukan seleksi ratusan pelajar mulai kelas 3 hingga kelas 5 dari 12 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kota Bengkalis, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Hasilnya 165 pelajar SD akan mengikuti tahap akhir seleksi, yaitu baris berbaris.
"Hasil seleksi akhir ini akan kita pilih 60 orang dan cadang 20 orang, yang terbaik," ujar Kasat Lantas Polres Bengkalis, AKP Alex Sandi Siregar kepada GoRiau.com, Jumat (2/10/2015) melalui Kanit Dikyasa, Ipda Andri S.
Tingginya animo anak untuk bisa masuk pocil, lanjutnya, banyak orang tua yang meminta agar anaknya diterima dalam seleksi pocil ini. Bahkan pihak sekolah pun ikut mendukung kegiatan dan latihan pocil ini. "Sampai ada anak dan orang tua yang menangis karena tak lolos seleksi pocil," ulasnya.
Ditanamkannya pengetahuan tertib dan disiplin berlalu lintas sejak dini sangat dirasakan, tutur Ipda Andri. Dimana setiap pocil atau pun yang pernah menjadi pocil, mengingatkan orang tuanya jika tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor.
"Jadi pengetahuan yang didapat oleh pocil ini benar-benar diterapkan dalam lingkup keluarganya, sekolah dan lingkungannya. Untuk itu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sejak usia dini," tutupnya berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah dengan program pocil ini.(ric)


