TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Tewasnya Suhaidi (25) pada Senin (28/9/2015) lalu, di Pasar Rakyat Tembilahan, Indragiri Hilir (Inhil), Riau, membuat heboh masyarakat Tembilahan. Pasalnya, pria yang bekerja sebagai buruh di salah satu toko tersebut menemui ajalnya dengan cara yang tragis.

Dengan dua luka tusukan di bagian pinggang dan dada sebelah kanan, dimana kondisi senjata tajam masih menancap di dada Suhaidi saat ia rubuh usai cekcok dengan teman sekerjanya, A (24).

Setelah ditelusuri oleh Kepolisian Resor (Polres) Inhil itu, kejadian berdarah itu terjadi berawal dari tersangka yang sudah menyerahkan diri ke Polres itu, tidak sengaja menyenggol korban.

''Dia (tersangka), ngakunya karena tersenggol aja. Akhirnya korban marah-marah ke dia,'' sebut Paur Humas Polres Inhil, Iptu Warno kepada GoRiau.com, Kamis (1/10/2015).

Karena tidak terima dengan omelan korban, dikatakan Warno, seperti yang diungkapkan tersangka, cekcok pun terus berlanjut, hingga bos tempat mereka bekerja melerai keduanya.

''Mereka sempat dilerai oleh bosnya, tapi tersangka mengaku jengkel, kemudian membeli sebuah pisau di pasar itu, dan melanjutkan kembali perkelahian hingga berujung dengan tewasnya korban,'' tambah Warno.

Meski tersangka sudah mengakui motif pembunuhan sadis itu, dikatakan Warno, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

''Rasanya tidak mungkin hanya gara-gara kesenggol bisa jadi seperti itu. Apalagi, korban itu bekerja ditempat tersebut, si tersangka yang masukan. Yang jelas kita tunggu saja perkembangan selanjutnya,'' tukas Warno.(ayu)