BENGKALIS-Pelaksana Harian (Plh) Bupati Bengkalis, Bustami, HY hadir pada Rapat Kerja Pansus Covid-19 dan audiensi bersama Gerakan Mahasiswa Pemuda dan Rakyat (Gempar) tentang penanganan Covid-19 di Kabupaten Bengkalis.

Rapat berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Bengkalis dan dipimpin langsung Ketua Pansus Covid-19 DPRD Kabupaten Bengkalis, Sofyan, Selasa (14/07/2020).

Terjadi diskusi antar masa Gempar dan Pansus terkait nilai anggaran dalam realisasi yang telah dilakukan. Koordinator Gempar Mansur Syah mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran penanganan Covid-19 yang masih ada belum tersalurkan.

Plh Bupati Bengkalis, Bustami dalam pertemuan tersebut menyampaikan rekapitulasi laporan realisasi fisik dan keuangan kegiatan bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT), realisasi penyaluran bantuan sosial tunai dan data perkembangan covid – 19 di 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

“Data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bengkalis total ODP  7.669, total PDP 175 , kasus yang positif berjumlah 20 orang. Tidak ada penurunan dan tidak ada kenaikan, sedangkan yang dirawat 0, sembuh 19 orang dan yang meninggal berjumlah 1 orang,” jelas Bustami.

Terkait realisasi anggaran, Bustami menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut boleh disalurkan setelah administrasi selesai dan bantuan diberikan melalui rekening penerima bantuan untuk menghindari berbagai resiko. “Proses pencairan dilakukan jika penerima telah melengkapi semua persyaratan dan berkas yang dibutuhkan. Untuk itu perlu kesigapan masyarakat penerima bantuan untuk segera menyerahkan apa syarat yang perlu untuk pencairan dana bantuan tersebut,” kata Bustami.

Bustami juga memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penanggulangan Covid-19. Pemerintah juga tidak bosan-bosannya memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Indra Gunawan, Kepala Dinas Sosial Martini, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tajul Mudarris, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yuhelmi dan himpunan mahasiswa.***