SIAK- Ekonomi masyarakat di sekitar Istana Siak akan bangkit kembali pasca Pemerintah Kabupaten Siak membuka kembali objek wisata bersejarah ini, Sabtu (18/9/2021). Masyarakat yang biasa berdagang di sekitar Istana Siak tidak lagi mengalami kerugian karena sepi pembeli.

Artini (49) penjual aksesoris di sekitar Istana Siak mengaku senang mendengar kabar Pemkab Siak akan membuka Istana Matahari Timur itu. Sebab, sejak 20 Maret 2020 silam, ia sangat mengalami kesulitan keuangan untuk kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Sebagai orangtua tunggal, ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya. Bahkan sang anak juga turut membantunya berjualan saat wisatawan banyak berkunjung ke istana.

"Kalau dulu itu dibantu anak berjualan di sekitar Istana Siak tepatnya di lapangan Tengku Mahratu. Saya jualan aksesoris, anak-anak jual minuman keliling," kata Artini.

Saat sebelum pandemi Covid-19, anak-anaknya bisa mengumpulkan keuntungan sampai 100 ribu dari hasil berjualan jeruk peras dan es teh. Sehingga ia sangat terbantu jika aksesoris yang dijualnya tidak laku terjual.

"Sekarang dengan dibukannya tempat-tempat wisata di Siak, saya dan anak-anak tentu akan lebih semangat dan kreatif dalam berjualan. Yang terpenting kondisi keuangan kami bisa stabil lagi," ujar ibu 5 orang anak ini.

Sementara itu, Bupati Siak Alfedri didampingi Wakil Bupati Siak Husni Merza dan sejumlah Kepala OPD beberapa waktu lalu sempat meninjau Istana Siak dan melihat kesiapan Dinas Pariwisata sebelum dibukannya objek wisata itu.

"Kami berharap dengan dibukanya Istana Siak dan destinasi lainnya, memberikan kesempatan pada masyarakat agar dapat berwisata kembali ke Kota Siak. Dan tentunya dibukanya Istana Siak ini salahsatu tujuannya untuk mulihkan ekonomi masyarakat, yang terdampak Covid-19," kata Alfedri.

Satgas Covid-19 Kabupaten Siak, kata Alfedri, memberikan rekomendasi untuk membuka objek wisata, pelaksanaan kegiatan pada area publik fasilitas umum, taman umum, tempat wisata umum atau area publik lainnya dengan syarat dan ketentuan yang sudah ditetapkan.

“Diizinkan beroperasi 50 persen dengan menggunakan aplikasi peduli lindungi atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh Pemerintah Daerah. Untuk dapat membeli tiket akan masuk Destinasi, pengunjung wajib melihatkan kartu vaksin atau awab antigen negatif termasuk pengunjung memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan,”tandasnya. (iwa)