SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, membuka secara resmi kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Angkatan Basic Safety Training Angkatan XV Gelombang VI Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2020.

Pada kesempatan itu Bupati menegaskan kegiatan ini sangat tepat dan sesuai dengan kondisi geografis Meranti dalam mencetak SDM yang profesional dibidang kelautan sebagai modal bekerja di bidang Kemaritiman yang akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan menekan angka kemiskinan di Kepulauan Meranti, bertempat di Lapangan Afifa Futsal, Selatpanjang, Senin (26/10/2020).

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Ardiansyah, Mewakili Ketua STIP Jakarta, Purnama Nancy Lumban Bantu, Kepala Dinas Perhubungan Meranti, Dr Aready, Wakapolres Meranti, Kompol Ipwin Bonar Hutabarat, Perwakilan KSOP Selatpanjang, Ridha, Staf Liputan Istana Negara, Linggo, para dosen pengajar dan ratusan peserta diklat dan lainnya.

Sekedar informasi, seperti laporan yang disampaikan Fajri Setiawan dari STIP Jakarta, Diklat Pemberdayaan Masyarakat Angkatan XV ini diikuti oleh 144 Peserta. Adapun jenis Diklat yang dilaksanakan sama dengan pelatihan sebelumnya yakni BST Kapal Layar Motor dan SKK 50 Mil.

Pembukaan Diklat Pemberdayaan Mayarakat BST STIP di Kepulauan Meranti ditandai dengan penyerahan bahan pelatihan kepada perwakilan peserta secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, didamping pihak STIP Jakarta dan Forkopimda.

Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi, mengatakan pelaksanaan Diklat Pemberdayaan sangat penting dan strategis apalagi di Meranti merupakan wilayah Kepulauan yang sebagian besar masyarakatnya bekerja dan menggantungkan hidupnya di laut. 

"Kita melihat profesi ABK sangat diminati oleh masyarakat Meranti, dan ini merupakan peluang kerja yang sangat menjanjikan karena banyaknya Kapal Kayu dan Motor di Meranti. Namun karena alasan ekonomi banyak masyarakat yang bekerja di laut sebagai ABK, Kapten kapal dan lainnya, tidak mengantongi Sertifkat dan Buku Laut, hal ini tentunya menimbulkan masalah karena sesuai dengan hukum laut setiap orang yang bekerja di Kapal harus mengantongi Sertifikat dan Buku Laut. Tak jarang dari mereka yang bekerja di kapal menggunakan Surat-Surat Palsu dikarena biaya untuk mendapatkannya sangat mahal sementara masyarakat tak punya uang akibatnya banyak yang ditangkap," jelas Bupati Irwan. 

Untuk itu dengan adanya Diklat BST yang difasilitasi oleh Kementrian Perhubungan RI bersama Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta, Bupati Irwan mengucapkan apresiasi yang tinggi dan berharap dengan adanya pelatihan ini menjadi solusi atas masalah yang dihadapi para pelaut dan ABK Kapal yang ada di Meranti, iapun berharap kegiatan ini dapat terus berkelanjutan di tahun-tahun berikutnya.

"Terima kasih kepada Kementrian Perhubungan dan STIP Jakarta yang telah berhasil membina dan memberikan Sertifikat serta Buku Melaut kepada 1000 orang lebih warga Meranti yang dapat dijadikan modal bekerja di dunia Kemaritiman," ucapnya lagi.

Dan demi demi optimalnya Diklat Bupati Irwan meminta kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius sehingga memperoleh Ilmu yang bermanfaat dan Sertifikat yang dapat menjadi modal bekerja di Industri Kemaritiman.

Tak lupa kepada panitia pelaksana Bupati Irwan mengingatkan selama pelaksanaan kegiatan dapat menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19, hal ini untuk mengantisipasi penularan dan munculnya Cluster baru Covid-19 yang berasal dari pelatihan tersebut.

"Kepada panitia saya minta untuk dapat mengawal peserta mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19 secara konsisten dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, dan jika ditemui peserta yang mengalami suhu tinggi segera dipulangkan karena kita menginginkan pendidikan ini berjalan dengan baik, mendapatkan hasil yang baik dan terhindar dari penularan Covid-19," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala STIP Jakarta yang diwakili oleh Purnama Nancy Lumban Bantu mengatakan kegiatan Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini sengaja digelar oleh Kementrian Perhubungan bersama STIP Jakarta untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kompetensi  masyarakat dibagian maritim khususnya warga kurang mampu agar semakin produktif dan memiliki daya saing dalam bekerja dibidang kelautan dengan aman dan nyaman.

Diinformasikan juga dalam Diklat ini peserta akan dilatih tentang bagaimana melakukan teknik pertahanan diri, penanggulangan kebakaran, dasar-dasar P3K. Selain itu juga diberi pengetahuan tentang perkapalan dan pelayaran, peraturan tentang perikanan, Navigasi dan keselamatan kerja. Selain itu pengetahuan Kapal Layak Motor dan Niaga sepeti Kecakapan, Fire Fighting, Security Kelautan dan lainnya oleh Instruktur Profesional dari Sekolah Tinggi Kelautan Jakarta. Setelah mengikuti Diklat DPM seluruh peserta yang sebagian besar pemuda-pemudi Meranti akan diberikan Sertifikat DPM Kelautan yang diakui Internasional. Direncanakan Diklat akan digelar selama 3 hari yang dimulai sejak pembukaan.***