PEKANBARU – Komisi II DPRD Riau melaksanakan kunjungan kerja (kunker) konsultasi ke Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BBKHIT) Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka mempelajari sistem pengawasan lalu lintas komoditas serta upaya pencegahan penyakit dan organisme pengganggu, Senin (2/2/2026).
Kedatangan Komisi II ini disambut langsung oleh kepala BBKHIT Kaltim Dr. drh. Arum Kusnila Dewi, M.Si dan beberapa staf.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman terkait tata kelola karantina yang diterapkan, mulai dari proses pemeriksaan komoditas hingga strategi pengendalian risiko biologis yang berpotensi merugikan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Komisi II DPRD Riau yang dipimpin oleh ketua komisi II Adam Syafaat, mendapatkan gambaran komprehensif mengenai mekanisme pengawasan karantina yang dilakukan secara ketat dan terintegrasi. Sistem tersebut dinilai penting dalam menjaga kualitas serta keamanan komoditas yang masuk dan keluar dari suatu wilayah.

Selain itu, pihak BBKHIT juga memaparkan berbagai langkah antisipatif dalam mencegah masuk dan menyebarnya penyakit hewan, hama, serta organisme pengganggu tumbuhan yang dapat mengancam sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.
Informasi yang diperoleh dari kunjungan ini menjadi bahan penting bagi DPRD Riau dalam memperkuat fungsi pengawasan, khususnya pada sektor pangan, peternakan, perikanan, dan pertanian. Dengan pengawasan yang optimal, diharapkan distribusi komoditas di Provinsi Riau dapat berjalan aman, sehat, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Komisi II DPRD Riau menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan sistem pengawasan demi melindungi potensi daerah serta menjaga ketahanan pangan di Riau.
Turut hadir anggota komisi II Ginda Burnama, Raja Jayadinata dan Hasbi Assidiq.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan konsultasi karantina komoditas strategis untuk memperkuat pengawasan dan perlindungan sumber daya hayati yang dilaksanakan di Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Timur, Senin (2/2/2026). ***





