PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menyoroti masih adanya segelintir masyarakat yang enggan memanfaatkan layanan angkutan dari Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di lingkungan tempat tinggal mereka. Penolakan terhadap armada pengangkut ini kerap memicu persoalan tata kelola kebersihan kota, terutama dengan munculnya tumpukan limbah rumah tangga akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan di tepi jalan umum.

Menanggapi dinamika tersebut, pemerintah daerah memberikan kelonggaran bagi warga yang tidak bersedia menggunakan dan membayar iuran jasa armada LPS. Meskipun demikian, Agung memberikan syarat mutlak agar masyarakat mengurus limbahnya secara mandiri dengan mengantarkannya langsung menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar II.

"Masyarakat yang tidak mau ikut LPS itu boleh, tapi dengan catatan, mereka harus membuang sampah langsung ke TPA bukan ke pinggir jalan," tegasnya, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, tingkat kepesertaan masyarakat yang telah berlangganan jasa angkut LPS di sebagian besar wilayah kota sebenarnya sudah menunjukkan tren positif dengan angka melampaui 90 persen. Tingginya partisipasi ini menjadi indikator kesadaran lingkungan, sekaligus menjadi catatan evaluasi bagi pemerintah kota untuk terus menyosialisasikan program tersebut ke wilayah yang partisipasinya belum maksimal.

"Memang masih ada di sejumlah kelurahan yang perlu kita dorong, tapi di sebagian besar kelurahan sudah banyak yang ikut LPS," terangnya.

Selain beroperasi mengangkut tumpukan sampah dari area permukiman warga setiap hari, pengelola LPS juga diharapkan mampu memberikan edukasi lingkungan secara berkelanjutan. Mereka diharapkan ikut melakukan pengawasan secara aktif guna mencegah munculnya titik-titik pembuangan sampah ilegal oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Agung juga mengakui bahwa saat ini telah banyak LPS yang berinovasi dengan memiliki fasilitas pengelolaan limbah mandiri di wilayah operasionalnya. Pemerintah daerah menyambut baik inisiatif tersebut karena dinilai berdampak langsung terhadap pengurangan volume sampah kota.

"Kami juga memberi apresiasi kepada pengelola LPS, yang bukan cuma mengangkut sampah tapi juga mengelola sampah," pungkasnya.***