SELATPANJANG - Keluarga pasien terpapar Covid-19 di Puskesmas Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mengeluhkan ruangan isolasi yang kotor dan berserakan sampah.

Kondisi itu membuat pasien merasa tidak nyaman. Sebab saat terpapar virus corona, pasien tentunya berharap bisa cepat sembuh.

GoRiau Salah satu sudut ruangan yang
Salah satu sudut ruangan yang tampak kotor. (foto: istimewa).

Keluhan disampaikan Jailani, salah seorang keluarga pasien yang diisolasi di Puskesmas Tanjung Samak, setelah dinyatakan positif Covid-19.

Informasi itu, ungkap Jailani, disampaikan istrinya yang sedang menjalani isolasi. Pasien (isteri dan mertuanya), terpaksa membersihkan sendiri ruangan tersebut.

"Selaku kepala keluarga, saya merasa sangat kecewa dengan pelayanan Puskesmas Tanjung Samak. Seakan tidak peduli dan bertanggungjawab untuk memberi ruangan yang nyaman serta bersih untuk pasien Covid-19. Isteri dan keluarga saya malah harus membersihkan ruangannya sendiri dengan peralatan seadanya," keluh Jailani kepada GoRiau.com, Minggu (25/7/2021).

Sambungnya lagi, bagaimana orang yang sakit mau sembuh, jika ruangan pasien saja kotor dan jorok. Belum lagi soal makanan yang disediakan pihak Puskesmas yang hanya sekedarnya saja.

"Menu makanan yang disediakan ala kadarnya saja. Tentulah pasien tidak selera untuk memakannya. Ya, terpaksa beli sendiri makanan dan buah-buahan, serta minuman bervitamin untuk keluarga kami yang diisolasi di sana," ungkapnya.

Pihak Puskesmas, sebut dia, seharusnya memberikan pelayanan yang baik bagi pasien. Seperti halnya ruangan yang bersih, makanan sehat dan bergizi.

GoRiau Salah satu menu makanan yang d
Salah satu menu makanan yang diberikan kepada pasien. (foto: istimewa)

"Ini adalah tempat yang sakit untuk disembuhkan, bukan malah sebaliknya, orang yang sakit semakin parah karena kondisi tidak bersih dan nyaman," sesal Jailani yang mengaku dirinya juga saat ini sedang menjalani isolasi mandiri di rumah.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Puskesmas Tanjung Samak, belum memberikan keterangan resminya saat dikonfimasi wartawan. Berulang kali dihubungi via seluler, yang bersangkutan hanya memberikan jawaban singkat.

"Boleh pak. Nanti saya yang menghubungi bapak," jawabnya singkat via pesan whatsapp.***