SELATPANJANG - Kasus dugaan korupsi pengadaan labor sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kepulauan Meranti, Riau tampaknya mulai menemui titik terang. Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat juga telah merima pengembalian akhir uang hasil temuan kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus tersebut.

Perkara proyek pengadaan yang merupakan pokok pikiran (Pokir) mantan Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Fauzi Hasan pada 2017 silam itu sempat ditangani oleh Kejati Riau yang kemudian penanganannya diserahkan ke Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat Daerah Kepulauan Meranti.

Berdasarkan rekomendasi dari APIP, pihak yang bersangkutan diharuskan membayar kerugian negara, walaupun harus dibayar dengan menyicil namun nyatanya persoalan tersebut tak kunjung selesai hingga memakan waktu sekitar 2 tahun.

Kepala Kejari Kepulauan Meranti, Waluyo SH MH, melalui Kasi Intelijen, Hamiko SH, membenarkan pihaknya telah menerima pengembalian uang yang mereka terima dari yang bersangkutan sebesar Rp544 juta, pada Kamis (28/9/2021) lalu, setelah sebelumnya tahapan pembayaran diserahkan kepada APIP setempat.

"Ini penitipan dari total temuan sebesar Rp1,6 milliar dari pihak terkait, sebelumnya di Inspektorat melalui APIP. Karena progres pengembalian di sana terhenti dan kita lihat adanya potensi pelanggaran, jadi saat ini dalam status lidik oleh seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Kepulauan Meranti. Mohon ditunggu hasilnya seperti apa, meskipun pengembalian telah dilakukan," ungkap Hamiko, Senin (5/10/2021) siang.

Dari data yang diterima GoRiau.com, tahapan dan jumlah dari besaran cicilan pengembalian temuan tampak bervariasi. Pertama yang bersangkutan mengakomodir pengembalian sebesar Rp250 juta, tahap selanjutnya Rp1 juta, Rp1 juta, Rp1,5 juta, Rp1 juta.

Seterusnya untuk tahap ke lima sebesar Rp830 juta, lanjut Rp10 juta yang diserahkan ke Inspektorat melalui APIP. Sementara yang terakhir diterima melalui Kejari Meranti sebesar Rp544 juta. Sehingga total seluruhnya sebesar Rp1.636,5 milliar.

Sebagaimana diketahui, penyelesaian pengembalian temuan kerugian negara terhadap pengadaan itu semula tak kunjung selesai.

Kegiatan meliputi pengadaan Laboratorium Multimedia Wireless Portabel Berbasis Software tingkat SLTP yang dikerjakan CV. Muna Bersaudara, dengan anggaran Rp1.772.583.000.

Selain itu pengadaan Laboratorium Multimedia Wireless Portabel Berbasis Software tingkat SD yang dikerjakan oleh CV. Ikbal Jaya, Rp1.472.583.000.***