PEKANBARU - Komisi IV DPRD Pekanbaru dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan kepada Dinas PUPR Kota Pekanbaru selaku pengawas proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), bersama dengan kontraktor proyek tersebut 

Anggota Komisi IV, Roni Pasla mengatakan, memang terlambatnya proyek tersebut memberikan dampak kerugian kepada masyarakat Kota Pekanbaru, bahkan dalam beberapa hari terakhir terjadi kemacetan parah di Jalan Tuanku Tambusai.

Pasalnya, masyarakat yang mau melintasi kawasan Sukajadi mesti melewati jalan Tuanku Tambusai, karena jalanan KH Ahmad Dahlan dan sekitarnya tertutup oleh proyek APBN tersebut.

"Saya melihatnya memang begitu, makanya kita harus minta penjelasan ke PU selaku pengawas, kenapa ini pengerjaannya bisa lambat dan berapa persen penyelesaiannya," kata Politisi PAN ini kepada GoRiau.com, Jumat (4/12/2020).

Dari penjelasan Dinas ini, lanjutnya, barulah diketahui apakah memang ada keterlambatan atau tidak, kalaupun ada keterlambatan bisa diketahui apa yang menjadi penyebabnya.

"Karena kalau berlarut-larut tentu juga membuat kita tidak nyaman. Ini kita masih bicara masalah macet, belum lagi dampak banjir akibat galiannya yang membuat saluran air tersumbat," tambahnya.

Dalam hal ini, Roni mengakui memang tidak ada solusi yang bisa ditawarkan untuk mengurai kemacetan, karena selagi jalanan tertutup, maka masyarakat terpaksa melintasi Jalan Tuanku Tambusai.

"Tapi mungkin mana jalan yang sudah selesai pekerjaannya bisa diberikan rambu-rambu lebih banyak, supaya masyarakat bisa melewati jalan alternatif," tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, penutupan U-turn di Jalan Tuanku Tambusai, Kota Pekanbaru, Riau, tepatnya di dekat simpang Jalan Paus, bukannya mengurangi kemacetan. Justru membuat macet semakin parah, Kamis (3/12/2020).

Alih-alih membuat jalan lancar, u-turn yang berada di dekat simpang Jalan Paus, justru semakin parah, dan mengganggu aktivitas masyarakat sekitar dan yang sedang melintas, terutama di pagi hari, dan sore hari, pada saat masyarakat pulang kerja.***