PEKANBARU - Terhitung sejak tanggal 22 Desember 2020 silam, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya sudah tidak lagi bisa menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di kalangan PNS se-Pemprov Riau.

Hal tersebut dikarenakan dia sudah ditahan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi semasa menjabat sebagai Kepala Bappeda Pemkab Siak.

Saat ini, tugasnya digantikan oleh Masrul Kasmy yang ditunjuk oleh Gubernur Syamsuar sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Riau. Jabatan Masrul inipun hanya berlaku sampai tanggal 15 Januari 2021.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi PAN DPRD Riau, Zulfi Mursal menegaskan, pihaknya saat ini menerapkan asas praduga tak bersalah mengingat kasus yang menjerat Yan masih dalam proses oleh Kejati Riau. 

"Kita kan tidak bisa serta merta memvonis, kita tunggu saja prosesnya. Kalau dia tak terbukti bersalah, ya dikembalikan.  Tapi kalau dia sudah terbukti, ya hilang praduga tak bersalah kita tadi," katanya, Jumat (8/1/2021).

Sebagai Anggota DPRD Riau, lanjut Zulfi, dirinya hanya bisa memberikan saran kepada Gubernur Syamsuar, karena keputusan ada di tangan Gubernur selaku kepala daerah di Riau ini.

"Itu wewenang Gubernur, kita kan hanya saran saja, karena keputusan ini harus ada pertimbangan terlebih dahulu. Tapi menurut saya, Plh itu memang tidak lebih baik dari defenitif. Kebijakan yang diambil juga terbatas," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Yan Prana awalnya dipanggil sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi anggaran rutin di Bappeda Kabupaten Siak, pada hari Selasa (22/12/2020). Dan datang untuk diperiksa sejak pukul 09.00 WIB.

Kemudian, setelah diperiksa kurang lebih selama 5 jam, penyidik Pidsus Kejati Riau, menetapkan Yan Prana sebagai tersangka, pada pukul 14.00 WIB.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kemudian Kejati Riau, memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap Yan Prana, selama 20 hari kedepan di Rumah Tahanan (Rutan) Sialang Bungkuk.***