ACEH UTARA - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, masyarakat di Indonesia khususnya umat islam, selalu disibukkan dengan persiapan untuk menyembelih hewan kurban.

Tahun 2018 ini, Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Haji ini akan jatuh pada hari Rabu, (22/8/2018). Hari Raya Idul Adha 2018 bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1439 Hijriyah.

Saat tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah tesebut, bagi yang tak melaksanakan ibadah haji bisa menggantinya dengan ibadah kurban. Maka tak heran, hari raya Idul Adha ini bisa juga disebut sebagai hari raya kurban atau Idul Kurban.

Kurban bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa hewan ternak, seperti kambing, domba, sapi, hingga unta. Namun, beberapa hari menjelang Idul Kurban ini, masih banyak pertanyaan seputar kurban dan hewan kurban. "Saya mau tanya ustaz masalah kurban, bagaimana kurban kambing untuk satu keluarga?" ujar Ustaz Abdul Somad yang menirukan pertanyaan jamaah di Whatsappanya.

Ads
Ustaz Abdul Somad pun menyindir bahwa ada mubaligh yang tak menyampaikannya secara utuh. "Berkurban saja satu kambing sudah cukup untuk satu keluarga, titik," sindir Ustaz Abdul Somad.

Rupanya pernyataan ini belumlah beres, maka dari itu, Ustaz Abdul Somad pun melanjutkan pernyataan tersebut.Pasalnya kalau hanya seperti itu, maka pendapatan para peternak kambing akan menurun drastis di bulan Dzulhijjah.

Ustaz Abdul Somad pun menyempaikan bahwa ada tingkatan level dalam berkurban. "Kurban itu ada 3 jenis, kurban yang pertama, 1 keluarga 1 kambing," tutur UAS.

Hal tersebut pernah dilakukan Nabi Muhammad, pada zaman sebelum hijrah. Ini merupakan level terendah.

"Ada level dua yang disebut level VIP 'Kami berkurban bersama Rosulullah 7 orang 1 ekor unta'," tutur UAS lagi.

Ketujuh orang ini bisa satu keluarga mulai dari 3 anak, suami-istri, kakek-nenek.Rupanaya ada level tertinggi, atau bisa disebut juga level VVIP. "Tapi jangan sampai disitu, sampaiakan yang lebih tinggi. Nabi berkurban motong sendiri 63 ekor, pisaunya diberikannnya kepada Sayyidina Ali sebanyak 37. Coba 63 ditambah 37 ekor, 100 ekor unta," tuturnya lagi.

Hal tersebut berarti Nabi Muhammad berkurban sendiri sebanyak 100 ekor unta. Satu ekor unta ini menurut UAS bisa dihargai Rp 35 juta. Ustaz Abdul Somad pun menganjurkan agar Umat Nabi Muhammad SAW ini memilih level yang tertinggi.

Orang nonton konser saja maunya level VVIP agar berada lebih dekat dengan sang bintang. Mengapa untuk berkurban harus pilih-pilih? Level VVIP ini bisa diumpamakan berada lebih dekat dengan Allah SWT.

Pernyataan Ustaz Abdul Somad pun dibuktikan dengan penjelasan dari KH Zakky Mubarak, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dari laman nu.or.co.id.

Berkurban dengan seekor kambing atau domba diperuntukkan untuk satu orang. Sedangkan unta, sapi dan kerbau diperuntukkan untuk berkurban tujuh orang. Ketentuan ini dapat disimpulkan dari hadits yang diiriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, "Kami telah menyembelih kurban bersama Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam pada tahun Hudaibiyah seekor unta untuk tujuh orang dan seekor sapi juga untuk tujuh orang." (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 2322, Abu Dawud: 2426, al-Tirmidzi: 1422 dan Ibn Majah: 3123).

Hadits selanjutnya menjelaskan tentang berkurban dengan seekor domba yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad shallallahu'alaihi wasallam:

"Dari Aisyah radliyallâhu ‘anhâ, menginformasikan sesungguhnya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk mendatangkan satu ekor domba (kibas) yang bertanduk. Kemudian domba itu didatangkan kepadanya untuk melaksanakan kurban. Beliau berkata kepada Aisyah: Wahai Aisyah, ambilkan untukku pisau (golok). Nabi selanjutnya memerintahkan Aisyah: Asahlah golok itu pada batu (asah). Aisyah kemudian melakukan sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah. Kemudian Nabi mengambil golok itu dan mengambil domba (kibasy), kemudian membaringkannya, dan menyembelihnya sambil berdoa: Dengan nama Allah, wahai Allah terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan umat Muhammad, beliau berkurban dengan domba itu". (Hadits Shahih Riwayat Muslim 1967).

Doa Nabi dalam hadits di atas, ketika beliau melaksanakan kurban: "Wahai Allah, terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan umat Muhammad” tidak bisa dipahami bahwa kurban dengan satu domba cukup untuk keluarga dan untuk semua umat Nabi.

Penyebutan itu hanya dalam rangka menyertakan dalam memperoleh pahala dari kurban tersebut. Apabila dipahami bahwa berkurban dengan satu kambing cukup untuk satu keluarga dan seluruh umat Nabi Muhammad, maka tidak ada lagi orang yang berkurban.

Dengan demikian, pemahaman bahwa satu domba bisa untuk berkurban satu keluarga dan seluruh umat, harus diluruskan dan dibetulkan sesuai dengan ketentuan satu domba untuk satu orang, sedangkan onta, sapi, dan kerbau untuk tujuh orang sebagaimana dijelaskan hadits di atas.***