PEKANBARU – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru mendorong masyarakat untuk membiasakan aktivitas minum jamu sebagai bentuk penerapan gaya hidup sehat. Pemanfaatan obat bahan alam yang aman, bermutu, dan berkhasiat ini diharapkan menjadi pendekatan preventif berbasis kearifan lokal guna mengalihkan generasi muda dari bahaya ketergantungan obat kimia.

Kepala BBPOM di Pekanbaru, Alex Sander menjelaskan edukasi gaya hidup sehat sangat krusial mengingat tingginya tren penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu (OOT) seperti Tramadol, Triheksifenidil, Ketamin, hingga Dekstrometorfan.

"Penyalahgunaan obat-obat tertentu ini bukan hanya mengganggu kesehatan masyarakat, tetapi juga mengancam kualitas sumber daya manusia kita, terutama generasi muda," ungkapnya, Kamis (21/5/2026).

Untuk mendukung aksi pencegahan tersebut, instansi ini telah menggalang komitmen bersama 24 pemangku kepentingan di wilayah Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru. Upaya penindakan peredaran obat ilegal yang selama ini dilakukan secara represif kini diimbangi dengan ajakan hidup sehat secara masif.

"Karena itu, diperlukan sinergi seluruh pihak agar pencegahan bisa berjalan lebih efektif dari hulu hingga hilir," jelasnya.

Konsumsi obat tradisional diharapkan menjadi benteng yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh obat-obatan kimia yang rentan disalahgunakan dan merusak masa depan bangsa. ***