KADAR gula darah yang tinggi bisa memicu timbulnya banyak penyakit. Meski gula darah diperlukan, namun kita perlu mengontrolnya supaya tetap bisa hidup sehat. Tanpa menggunakan alat, sebenarnya kita bisa mengenali apakah gula darah dalam tubuh tinggi atau normal.

Gula darah tinggi atau hiperglikema adalah kondisi ketika kadar glukosa di dalam darah mengalami kenaikan. Kondisi yang umumnya sering dialami oleh mereka yang menderita diabetes ini bisa berbahaya jika terjadi secara terus-menerus.

Bagi penderita diabetes, kadar gula darah tinggi dapat disebabkan karena lupa mengonsumsi obat penurun glukosa atau menyuntikkan insulin.

Stres, infeksi, kurang berolahraga, terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, atau melakukan aktivitas fisik yang cukup berat di saat tingkat insulin rendah juga dapat menjadi pemicu gula darah tinggi.

Pada dasarnya, gejala hiperglikemia tidak menimbulkan gejala tertentu sampai kelebihan gula darah meningkat secara signifikan. Gejala gula darah tinggi tersebut akan berkembang secara perlahan selama beberapa hari atau minggu.

Ketika kadar gula darah Anda semakin tinggi maka semakin serius gejala yang dialami. Pada beberapa orang yang mengalami diabetes tipe 2 dalam waktu yang cukup lama, mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun, meskipun kadar gula darah sudah meningkat.

Ciri - ciri Gula Darah Tinggi

Banyak orang mungkin masih tidak sadar bahwa memiliki gejala gula darah tinggi dapat membahayakan kesehatan.

Dilansir dari hellosehat.com, berikut adalah gejala umum dari gula darah tinggi yang perlu Anda waspadai:

Selalu merasa haus dan sering buang air kecil Ciri-ciri gula darah tinggi yang mungkin pertama kali Anda sadari pada awalnya adalah cepat haus.

Haus adalah sensasi yang wajar, pertanda tubuh sedang dehidrasi dan membutuhkan asupan cairan.

Namun, cepat haus dapat menjadi gejala gula darah tinggi jika tidak juga hilang meski Anda sudah banyak dan sering minum.

Kelebihan gula dalam darah normalnya akan ikut terbuang bersama urine setiap kali Anda buang air kecil. Namun, glukosa yang berlebihan akan membuat urine mengental.

Maka sebagai cara mengencerkan urin yang mengental, otak akan mengirimkan sinyal “rasa haus” agar Anda cepat minum.

Sementara karena kadar gula dalam darah sudah terlalu banyak, Anda otomatis akan “diminta” untuk minum lebih banyak. Semakin banyak Anda minum, semakin sering pula Anda buang air kecil.

Gejala gula darah tinggi ini juga sering terjadi di malam hari sehingga mengganggu tidur.

Gejala gula darah tinggi yang perlu Anda waspadai selain rasa haus terus-terusan adalah mudah lelah. Hal ini terjadi akibat tubuh merasa kekurangan sumber energi. Padahal sebenarnya tidak.

Gula adalah sumber utama energi di dalam tubuh. Jika gula darah tinggi, harusnya energi yang dimiliki tubuh semakin banyak. Namun pada kenyataannya, tubuh justru tidak mampu untuk mengolah gula darah yang sudah berlebih karena fungsi hormon insulin yang membantu menyerap gula dalam darah terganggu. Akhirnya, gula malah menumpuk terlalu banyak dalam darah dan tidak bisa terpakai sebagai energi.

Ciri-ciri gula darah tinggi ini justru membuat tubuh seolah kekurangan energi.

Selalu lapar, tetapi berat badan malah turun Tidak hanya kelelahan, gejala gula darah yang tinggi juga bisa menyebabkan seseorang jadi cepat lapar meski baru saja makan banyak.

Kelebihan gula dalam darah tidak bisa diolah tubuh menjadi energi, sehingga sel-sel tubuh tidak mendapatkan energi.

Sel dan jaringan yang kekurangan asupan energi akan mengirimkan sinyal “lapar” ke otak agar nafsu makan Anda meningkat untuk kembali mengonsumsi makanan.

Namun, alih-alih membuat kenyang dan meningkatkan berat badan, ciri-ciri gula darah tinggi satu ini malah menyebabkan tubuh kurus. Ini karena kelebihan glukosa yang tidak dipakai akhirnya terbuang bersama urine.

Hal ini membuat otak menganggap tubuh sedang kekurangan energi (padahal tidak) sehingga beralih menggunakan sumber energi cadangan dari lemak. Tubuh akan memecah simpanan lemak dan otot yang berujung pada penurunan berat badan.

Pada kebanyakan kasus, tanda gula darah tinggi ini bisa terjadi secara drastis tanpa disadari.

Penglihatan kabur

Gejala gangguan mata yang paling sering dirasakan orang dengan kadar gula tinggi adalah pandangan kabur.

Munculnya ciri-ciri gula darah tinggi satu ini disebabkan oleh tubuh yang tidak mampu menggunakan kelebihan gula sebagai sumber energi untuk saraf dan jaringan mata.

Saraf dan jaringan mata yang kekurangan asupan “makanan” dari glukosa tidak bisa bekerja baik sehingga akhirnya penglihatan menjadi terganggu.

Mulut kering

Mulut kering atau yang biasa disebut dengan xerostomia, merupakan salah satu ciri-ciri gula darah tinggi.

Pada orang yang memiliki gula darah tinggi, gejala mulut kering juga umum dibarengi dengan masalah bibir kering dan pecah-pecah, bau mulut, sering haus, dan sensasi kering di tenggorokan.

Tingginya kadar gula darah menyebabkan kelenjar air liur terganggu sehingga tidak menghasilkan air liur secara normal.

Akibatnya, kebutuhan air liur tidak tercukupi dan menciptakan kekeringan dan masalah di mulut.

Pada beberapa orang dengan gula darah tinggi, nyeri dan sakit pada gusi juga menjadi tanda lain yang menyertai.

Penyebab gula darah naik

Orang dengan diabetes harus sangat berhati-hati dalam menjaga kadar gula darah mereka di bawah kontrol dan menghindari lonjakan gula darah.

Dilansir dari kompas.com, berikut adalah beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab gula darah naik untuk diwaspadai:

1. Pola makan buruk

Dilansir dari Medical News Today, makanan tinggi gula atau karbohidrat lebih cenderung dapat meningkatkan kadar gula darah.

Salah satu cara untuk melacak bagaimana makanan tertentu akan memengaruhi glukosa darah adalah dengan melihat peringkat indeks glikemik (GI).

Peringkat indeks glikemik menunjukkan sejauh mana karbohidrat dalam makanan tertentu akan memengaruhi kadar gula darah.

Semakin tinggi indeks glikemik suatu makan, maka kian cepat pula makanan tersebut dapat memengaruhi kadar gula darah.

Seseorang dengan diabetes harus mencoba memprioritaskan konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah.

2. Kurangnya aktivitas fisik

Memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah. Di sisi lain, olahraga yang terlalu sulit atau berat dapat memicu stres fisik yang juga menjadi pemicu lonjakan gula darah.

Orang dengan diabetes perlu berolahraga ringan hingga sedang secara teratur, bukan mendorong terlalu keras.

3. Merokok

Merokok dapat membuat tubuh kesulitan menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Seseorang yang merokok harus berupa berhenti melakukan aktivitas merugikan kesehatan ini.

Dokter atau layanan kesehatan setempat dapat menyediakan sumber daya untuk membantu seseorang berhenti merokok.

4. Stres

Ketika berada di bawah banyak stres, tubuh memproduksi hormon tertentu seperti kortisol yang dapat meningkatkan glukosa dan mengurangi efektivitas insulin. Akibatnya, lebih banyak glukosa tetap berada dalam aliran darah.

Menemukan cara untuk menjaga tingkat stres, seperti yoga atau meditasi sangat penting diupayakan bagi penderita diabetes.

5. Masalah tidur

Kurang tidur bisa berdampak sangat buruk bagi penderita diabetes karena dapat meningkatkan kadar gula darah.

Oleh sebab itu, para penderita diabetes khususnya, perlu menjaga kualitas tidur karena bisa berdampak baik bagi kesehatan dengan berbagai cara.

6. Efek samping obat Beberapa obat dapat menjadi penyebab kadar gula darah naik.

Ini bisa mencakup:


Kortikosteroid
Diuretik
Beberapa obat tekanan darah
Beberapa antidepresan

Seseorang dengan diabetes harus memberi tahu dokter jika menggunakan salah satu dari jenis obat ini.

Selain itu, mengambil dosis insulin yang salah atau melewatkan dosis juga dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak bagi penderita diabetes.

Manajemen diabetes memerlukan pengaturan waktu khusus bagi siapa saja yang menggunakan obat insulin atau non-insulin.

7. Tidak menyikat gigi dan flossing

Dilansir dari WebMD, jika Anda menderita diabetes, Anda lebih mungkin terkena penyakit gusi yang juga dikenal sebagai gingivitis.

Sementara penyakit gusi yang serius dapat mempersulit Anda untuk mengontrol gula darah. Seperti semua infeksi, penyakit gusi dapat menyebabkan glukosa Anda meningkat.

Hal itu pada gilirannya dapat membuat infeksi lain lebih mungkin terjadi. Gusi yang meradang atau terinfeksi juga dapat menyebabkan sistem pertahanan tubuh Anda bekerja berlebihan.

Kondisi ini dapat membuat tubuh Anda lebih sulit untuk menjaga insulin dan gula darah tetap terkendali.

Jika Anda mengalami diabetes, alangkah baiknya Anda bukan hanya menyikat gigi dan menggunakan benang gigi, tetapi juga berkumur dengan obat kumur antiseptik setiap hari.

Selain itu, coba terus kontrol rutin kesehatan gigi dan mulut Anda ke dokter gigi, selagi terus mengupayakan pengelolaan kadar gula darah yang baik.

8. Dehidrasi

Saat Anda mengalami dehidrasi, glukosa Anda mungkin akan menjadi lebih tinggi dari biasanya. Oleh sebab itu, siapa saja penting untuk menjaga asupan air putih. Minumlah air putih minimal 8-9 gelas air putih sehari.

1. Jus tomat

Melansir Health Line, bukti yang berkembang menunjukkan bahwa minum satu gelas jus tomat per hari dapat meningkatkan kesehatan jantung.

Dalam studi yang diterbitkan Jurnal Food Science & Nutrition pada 2019, peneliti dari Tokyo Medical and Dental University, Jepang dan Tucson Plant Breeding Institute mengevaluasi efek minum rata-rata satu cangkir jus tomat per hari di antara partisipan dengan faktor risiko penyakit jantung.

Para peneliti menyimpulkan bahwa jus tomat bisa menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik, termasuk kolesterol jahat atau kolesterol low-density lipoprotein (LDL).

Studi lainnya telah melaporkan hasil serupa di antara orang dengan hipertensi stadium 1 dan wanita hamil.

Untuk menghindari natrium yang tidak perlu, yang dapat berdampak sebaliknya pada tekanan darah, pastikan untuk membeli jus tomat tawar.

2. Jus bit

Sayuran berwarna-warni dan rendah kalori ini bukan hanya mengandung sejumlah vitamin, mineral, dan senyawa nabati yang bisa meningkatkan kesehatan, tapi juga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Human Hypertension pada 2016 menemukan bahwa jus bit mentah dan matang sama-sama bisa menurunkan tekanan darah.

Namun, jus bit mentah ditemukan bisa berdampak lebih besar pada tekanan darah. Bit kaya akan nitrat makanan, senyawa yang diketahui memiliki efek penurun tekanan darah.

3. Jus buah prune

Buah prune adalah buah plum yang dikeringan. Jus buah prune selama ini mungkin telah dikenal dapat membantu meringankan sembelit.

Menariknya, jus buah prune juga diyakini dapat menjadi minuman untuk menurunkan darah tinggi.

Efek ini salah satunya dilaporkan dalam sebuah studi yang diterbitkan Journal of Ayub Medical College Abbottabad pada 2010.

Peneliti membandingkan tiga kelompok partisipan: satu kelompok makan tiga buah prune per hari, kelompok kedua makan enam buah prune per hari, dan kelompok ketiga tidak makan buah prune sama sekali.

Para peneliti melaporkan penurunan tekanan darah yang signifikan di antara partisipan yang makan satu dosis tiga buah prune per hari.

Sementara kelompok partisipan yang makan enam buah prune per hari mengalami penurunan tekanan darah sistolik tambahan.

Selain dapat menurunkan tekanan darah, konsumsi tiga dan enam buah prune ditemukan juga dapat menurunkan kolesterol jahat.

Untuk mendapatkan manfaat ini, minumlah segelas jus buah prune 100 persen atau buat sendiri dengan mencampurkan buah prune.

4. Jus delima

Delima bukan hanya kaya nutrisi seperti folat dan vitamin C, tetap juga memiliki efek antiinflamasi yang kuat.

Maka, tidak mengherankan jika jus buah delima dapat berkontribusi pada diet jantung sehat.

Sebuah tinjauan terhadap delapan uji coba terkontrol secara acak menemukan bahwa mengonsumsi jus delima dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.

Tinjauan ini telah diterbitkan dalam Jurnal Pharmacological Research pada 2017.

Efek pada tekanan darah tidak bergantung tergantung pada seberapa lama partisipan mengonsumsi jus delima dan seberapa banyak.

Sementara, para peneliti merekomendasikan dosis konsumsi jus buah delima setidaknya 240 mililiter untuk menurunkan tekanan darah diastolik.

Jika Anda memutuskan untuk menambahkan jus delima ke dalam makanan Anda, pastikan itu adalah jus 100 persen tanpa tambahan gula.

5. Jus beri

Seperti buah delima, buah beri, terutama blueberry memiliki sifat antioksidan yang kuat.

Namun, sedikit yang diketahui tentang manfaat jantungnya.

Ulasan pada 2020 melaporkan bahwa minum jus cranberry atau ceri dapat meningkatkan tekanan darah.

Ulasan lain yang diterbitkan di Jurnal Nature pada 2016 menemukan bahwa mengonsumsi buah beri dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan kolesterol jahat.

Dalam kedua kasus tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa buah beri kemungkinan memiliki manfaat kardiovaskular.

Meski demikian, lebih banyak penelitian tetap perlu dilakukan untuk mengklarifikasi peran buah beri dalam mencegah dan mengendalikan penyakit jantung.

Jika Anda memilih jus beri yang dibeli di luat, pastikan jus tersebut tidak mengandung gula tambahan.

6. Jus kiwi

Melansir Medical News Today, mengonsmsi satu porsi buah kiwi setiap hari terbukti dapat mengurangi tekanan darah pada orang dengan tekanan darah agak tinggi, menurut hasil sebuah penelitian.

Para peneliti membandingkan efek apel dan kiwi pada orang dengan tekanan darah agak tinggi.

Para peneliti menemukan bahwa makan tiga kiwi sehari selama 8 minggu menghasilkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik yang lebih signifikan, dibandingkan dengan makan satu apel sehari untuk periode yang sama.

Kiwi dapat menyebabkan penurunan darah tinggi mungkin karena zat bioaktif yang terkandung di dalamnya.

Kiwi juga kaya vitamin C yang secara signifikan dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Selain dikonsumsi secara langsung, kiwi merupakan buah yang nikmat juga dikonsumsi sebagai minuman jus atau smoothie.

7. Jus semangka

Semangka dilaporkan mengandung asam amino yang disebut citrulline.

Senyawa inilah yang dapat membantu mengatur tekanan darah tinggi.

Citrulline membantu tubuh memproduksi oksida nitrat, gas yang melemaskan pembuluh darah dan mendorong fleksibilitas di arteri.

Efek ini membantu aliran darah yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi.

Dalam sebuah penelitian, orang dewasa dengan obesitas dan prehipertensi atau hipertensi ringan yang mengonsumsi ekstrak semangka menunjukkan penurunan tekanan darah di pergelangan kaki dan arteri brakialis.

Arteri brakialis adalah arteri utama di lengan atas. Untuk meningkatkan asupan semangka, Anda bisa menikmatinya dalam bentuk minuman jus atau menambahkan buah ini ke salad dan smoothie.

8. Jus sayuran berdaun hijau

Banyak sayuran berdaun hijau kaya akan nitrat yang dapat membantu mengatur tekanan darah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makan 1-2 porsi sayuran kaya nitrat setiap hari dapat mengurangi hipertensi hingga 24 jam.

Contoh sayuran berdaun hijau meliputi: Kubis Sawi hijau Kale Selada Bayam Swiss chard Untuk mengonsumsi sayuran hijau dalam dosis harian, Anda juga bisa menjadikannya sebagai jus. ***