PEKANBARU - Dalam rangka turut serta mencegah terjadinya Karlahut (kebakaran lahan dan hutan) sebelum memasuki musim kemarau, Asian Agri gencar melakukan mensosialisasikan Program Desa Bebas Api atau yang diberi nama FFVP (Fire Free Village Program).


Menurut Manager Sustainability Asian Agri, Zulbahri; FFVP ini sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menstimulasi warga masyarakat agar mengetahui bahaya api serta berupaya untuk mencegah terjadinya kebakaran.

''Dalam upaya terjadinya karlahut kita lebih mengutamakan pencegahan. Oleh karena itu Asian Agri membentuk FFVP, dimana setiap desa peserta yang mampu menjaga desanya bebas dari api berkesempatan mendapatkan reward sebesar Rp100 juta perdesa. Nantinya dana tersebut dapat mereka gunakan untuk meningkatkan prasarana/fasilitas umum desanya. Adanya reward ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian warga untuk mencegah terjadinya kebakaran,'' ujarnya sewaktu melakukan sosialisasi FFVP di salah satu unit bisnis Asian Agri; yakni di PT Mitra Unggul Pusaka yang berada di Desa Segati, Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, 10 Maret 2016.

Menurut Koordinator Environment & Sustainability Asian Agri, Hafiz Hazalin Sinaga; sosialiasai FFVP ini diikuti oleh tiga Desa yakni Desa Sotol, Desa Segati dan Desa Tambak yang berada di Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.

''Sosialisasi FFVP kali ini diikuti tiga desa; yakni Desa Sotol. Segati dan Desa Tambak yang semuanya berada di Kecamatan Langgam. Adapun program FFVP ini meliputi 5 kegiatan utama yakni; pemberian reward bagi desa bebas api; penunjukkan ''crew leader'' yang akan melakukan sosialisasi dan pendataan areal kosong yang rawan terbakar; meningkatkan kepedulian masyarakat akan bahaya kebakaran; memberikan penyuluhan agar warga tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara bakar, serta melakukan haze monitoring,'' ujarnya menambahkan.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/12032016/sosialisas-4132.jpgManager Sustainability Asian Agri, Zulbahri (tengah) berfoto bersama dengan para undangan dan peserta sosialisasi FFVP yang dilakukan di AAA-LI (April Asian Agri Learning Institute)  Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada 11 Maret 2016.

Pada kesempatan ini, Kapolsek Segati, Ipda Rusmizahelpi mengatakan bahwa dalam upaya tindakan pencegahan kebakaran berbagai pihak harus bergandengan tangan, serta pihaknya juga akan melakukan tindakan tegas bagi setiap pelaku tindak kebakaran.

''Program yang dilakukan Asian Agri ini merupakan tindakan nyata untuk pencegahan kebakaran. Dimana kerjasama antara Pemerintah Desa, Polisi, TNI dan Perusahaan sangat dibutuhkan. Selain itu pihaknya juga akan menindak tegas para pelaku pembakaran sebagai suatu bentuk edukasi kepada yang lain agar tidak melakukan hal serupa,'' ujarnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya, beliau juga berharap agar pada daerah-daerah yang rawan kebakaran perlu juga dilakukan upaya patroli bersama antara Perusahaan, MPA (Masyarakat Peduli Api), dan Kepolisian.

Camat Langgam, Sugeng Wiharyadi S.Sos., juga mengapresiasi PT. MUP (PT Mitra Unggul Pusaka) atas upaya pencegahan terjadinya karlahut melalui sosialisasi pembentukan FFVP yang dilakukan perusahaan.

''Pembentukan FFVP yang dilakukan PT MUP ini patut diapresiasi karena merupakan upaya pencegahan kebakaran lahan. Harapan saya agar sosialisasi seperti ini dapat juga diberikan kepada para pemancing, karena salah satu penyebab kebakaran yang ada di Kec. Langgam diduga adanya para pemancing yang berasal dari luar daerah yang tidak memahami karakteristik desa yang rawan terbakar, sehingga membuang puntung rokok sembarangan,'' ujarnya.

Sementara itu, ditempat terpisah, Humas Asian Agri, Lidya Veronica Ginting mengatakan bahwa sebelum memasuki bulan kemarau, Asian Agri gencar melakukan sosialisasi guna mencegah terjadinya kebakaran. ''Dalam upaya pencegahan terjadinya kebakaran, Asian Agri saat ini gencar melakukan sosialisasi FFVP. Dimana setelah sosialisasi yang dilakukan di PT.MUP, maka pada 11 Maret 2016 hal serupa juga dilakukan oleh PT Inti Indosawit Subur (PT.IIS).

Sosialisasi FFVP mengambil tempat di AAA-LI (April Asian Agri Learning Institute) Desa Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Sosilisasi ini diikuti oleh 4 desa yakni Desa Lubuk Ogung, Desa Rantau Baru, Desa Lalang Kabung; dan Desa Delik,'' ujarnya.

Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilakukan adalah wujud kepedulian Asian Agri untuk mendukung terciptanya ''sustainable palm oil'' (kelapa sawit berkelanjutan) dengan harapan apa yang dilakukan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan dan negara. ***