PEKANBARU - Aksi penipuan dengan modus mencatut nama pejabat instansi pemerintah kembali terjadi. Kali ini, identitas Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meminta sejumlah uang terkait pelaksanaan Operasi SAR di Tanjung Buton, Siak, Riau, Selasa (7/7/2026).
Korban penipuan ini adalah JN, perwakilan dari Perusahaan Pelayaran Tujuh Samudera. Ia mentransfer dana sebesar Rp10.000.000 setelah menerima pesan dari seseorang yang mengaku sebagai pimpinan tertinggi di lingkungan Kantor SAR Pekanbaru tersebut.
Berdasarkan bukti transfer yang beredar, dana tersebut dikirimkan melalui layanan BI Fast ke rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan nomor 529701008472504 atas nama GMP. Transaksi tersebut berhasil dilakukan pada pukul 17.31 WIB.
Pelaku melancarkan aksinya menggunakan akun WhatsApp bisnis bernomor 0823-5762-7199. Untuk meyakinkan korban, pelaku memasang foto profil Budi Cahyadi yang sedang mengenakan seragam dinas Basarnas berwarna oranye lengkap dengan baret hitam.
Humas Basarnas Pekanbaru, Kukuh Widodo langsung mengklarifikasi kejadian tersebut dan memastikan bahwa nomor yang menghubungi korban bukanlah milik pimpinannya.
"Info rekan-rekan, ini ada tindak penipuan atas nama Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi dengan nomor tertera di atas. Untuk nomor tersebut bukan nomor handphone Budi Cahyadi. Kejadian tersebut saat pelaksanaan Ops SAR di Tanjung Buton," ujar Kukuh Widodo.
Kukuh sangat menyayangkan adanya oknum yang memanfaatkan situasi darurat untuk mencari keuntungan pribadi, apalagi dengan menyasar perusahaan yang sedang terkait dengan operasi pencarian dan pertolongan.
"Ini pihak perusahaan ditipu, dimintai uang untuk operasi SAR ini," jelasnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar informasi mengenai penipuan ini disebarluaskan agar tidak ada lagi masyarakat atau instansi yang menjadi korban. Ia menekankan bahwa lembaganya memiliki standar operasional prosedur yang ketat terkait pembiayaan.
"Ekspos saja rekan-rekan. Ini mencatut nama baik Basarnas. Sekali lagi Basarnas tidak pernah memungut biaya sepeser pun dalam pelaksanaan Operasi SAR," tutupnya. ***


