PEKANBARU - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Riau mencatat Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap layanan Perpustakaan Soeman HS Pekanbaru menyentuh angka 88,500 pada Triwulan I Tahun 2026. Perolehan nilai tersebut menempatkan fasilitas literasi daerah ini dalam kategori mutu pelayanan berpredikat sangat baik.
Kepala Dispersip Riau, Indra menyampaikan bahwa capaian ini menjadi tolok ukur sekaligus motivasi bagi jajarannya dalam mengoptimalkan layanan publik. Menurutnya, perpustakaan modern kini telah bertransformasi menjadi ruang inklusif bagi ragam aktivitas warga Riau, bukan sekadar tempat penyimpanan literatur.
"Perpustakaan saat ini bukan hanya tempat membaca buku, tetapi juga menjadi ruang belajar, berdiskusi, berkarya, hingga berkegiatan bersama keluarga. Karena itu kami terus berupaya menghadirkan pelayanan yang ramah, cepat, nyaman, dan sesuai harapan masyarakat," papar Indra, Senin (20/7/2026).
Pengukuran indikator layanan publik ini merujuk pada regulasi Permenpan RB Nomor 14 Tahun 2017. Terdapat sembilan aspek penilaian yang diukur secara terperinci, meliputi kemudahan persyaratan, prosedur pelayanan, kecepatan waktu layanan, biaya, serta kualitas hasil layanan. Evaluasi tersebut juga meninjau kompetensi dan keramahan petugas, mekanisme penanganan pengaduan, hingga tingkat kenyamanan sarana maupun prasarana gedung.
Mekanisme pengumpulan data melibatkan responden yang dipilih secara acak dari kalangan masyarakat pengguna layanan dalam satu bulan terakhir. Pengunjung mengisi kuesioner evaluasi melalui tautan daring, pemindaian kode QR yang disediakan di area layanan, maupun pengisian formulir fisik.
Indra memandang hasil survei ini sebagai refleksi langsung dari pengalaman warga saat mengakses fasilitas perpustakaan. Pihaknya menyambut terbuka segala bentuk masukan konstruktif untuk membenahi kekurangan operasional yang ada.
"Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan penilaian secara jujur. Baik kritik maupun saran menjadi masukan berharga agar pelayanan di Perpustakaan Soeman HS semakin baik dari waktu ke waktu," urainya.
Merespons tingginya kepuasan pengunjung, instansi terkait menargetkan pemeliharaan mutu secara berkelanjutan. Ia menilai kenyamanan dan kemudahan akses layanan merupakan indikator bahwa pengelolaan ruang publik sudah berjalan di jalur yang tepat.
"Ketika pengunjung merasa nyaman, mudah mendapatkan layanan, dan betah berada di perpustakaan, berarti kami berada di jalur yang benar. Namun kami tidak ingin berhenti sampai di sini. Pelayanan akan terus kami tingkatkan agar Perpustakaan Soeman HS semakin menjadi ruang publik yang dicintai masyarakat," tegasnya.
Ia juga mendorong masyarakat luas untuk terus memanfaatkan infrastruktur Perpustakaan Soeman HS. Ruang baca ini terbuka untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mencari referensi akademik, bekerja, hingga partisipasi dalam agenda literasi yang rutin digelar pengelola.
"Jangan ragu datang ke perpustakaan. Selain koleksinya terus diperbarui, kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dan setiap masukan dari masyarakat akan menjadi bekal bagi kami untuk memberikan pelayanan yang semakin prima," pungkasnya. ***


