PEKANBARU - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau mengharapkan langkah yang lebih besar dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap di Riau. Bencana ini sudah merugikan daerah dan rakyat bertahun-tahun.

Wakil Ketua DPRD Riau, H Zukri Misran kepada wartawan di Pekanbaru, Rabu (12/2/2020) mengatakan, bencana ini sudah terjadi puluhan tahun sejak 1997 dan sudah melahirkan kerugian besar bagi Riau.

''Ini merugikan Riau, bukan hanya investasi tapi juga pendidikan karena saat kabut asap sekolah diliburkan, penerbangan terganggu, kesehatan masyarakat terancam, dan banyak lagi kerugiannya,'' ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerh (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Riau ini.

Karena itu, tambah, perlu grand disain pencegahan yang lebih besar dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan sehingga tidak terjadi setiap tahun. ''Karena itu, perlu kajian menyeluruh terhadap Karhutla ini, jangan kita sibuk memadamkan api setiap tahunnya,'' harapnya.

Langkah itu, tambahnya, bisa dilakukan Pemprov Riau bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan penelitian yang ada sehingga karhutla tidak lagi terjadi di Riau. ''Jadi kajiannya empiris dan bisa digunakan untuk jangka panjang,'' tegasnya. ***