SELATPANJANG - Beras analog Sagu Kepulauan Meranti ditargetkan akan menembus pasar nasional. Untuk memaksimalkan potensi sagu yang luas dan tergarap dengan baik, Asosiasi Masyarakat Sagu Meranti (AMSM) melakukan pelatihan mandiri membuat beras analog Sagu.

Pelatihan menjadikan sagu sebagai beras analog sagu untuk pakan karbohidrat alternatif ini dilaksanakan di Sentra IKM (Industri Kecil dan Menengah) Sagu Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Minggu (21/11/2021). Kegiatan ini didampingi langsung Ketua AMSM, Abdul Manan, Wakil Ketua Darmizun dan Sekretaris, Praptini.

Ketua AMSM, Abdul Manan mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang fokus untuk mengajukan permohonan untuk penerbitan Indikasi Geografis (IG) sagu Kepulauan Meranti. Selain itu ketua Koperasi IKM juga tengah fokus mengikuti assement untuk mendapatkan sertifikat HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) atau jaminan mutu produk bahan makanan standar Internasional.

Dikatakan Manan, sertifikat itu diperuntukkan untuk tepung sagu dan produk turunannya akan menyusul kemudian. Jika sertifikat itu didapatkan nantinya, maka IKM Sungai Tohor adalah yang pertama memproduksi kualitas tepung sagu terbaik standar Internasional di Indonesia.

Adapun pelatihan pembuatan beras sagu itu dimaksudkan untuk menjajal mesin bantuan kementerian. Karena sejak selesai dibangun, IKM ini belum banyak memproduksi tepung sagu maupun produk turunan lainnya.

Selain itu beras sagu ditargetkan akan diproduksi dalam jumlah yang banyak dan menembus pasar nasional karena beras sagu dianggap sebagai pangan karbohidrat pengganti nasi.

"Pelatihan ini dimaksudkan agar disini ada aktifitas dan kedepannya beras sagu akan diproduksi dalam jumlah besar. Kita tidak mau juga IKM ini tidak berfungsi hanya karena masalah anggaran operasional. Beras sagu ini juga ditargetkan akan menembus pasar nasional, karena beras sagu ini aman untuk dikonsumsi penderita diabetes dan juga baik untuk kesehatan. Selain itu, dengan adanya produksi nantinya tentu ada pemasukan bagi daerah," kata Abdul Manan.

Senada yang disampaikan Wakil Ketua, AMSM, Darmizun. Dia mengatakan, adapun tujuan pelatihan ini adalah untuk memberi pengetahuan dan manfaat beras analog sagu agar nantinya bisa disosialisasikan kepada masyarakat supaya sadar makanan sehat.

Selain memberikan pengetahuan terhadap anggota dalam memproduksi beras sagu, Darmizun juga mengatakan kedepannya akan ada target memproduksi beras sagu secara besar-besaran yang nantinya juga akan melibatkan investor.

"Selain untuk memberikan pengetahuan memproduksi beras sagu, tentunya kegiatan praktek yang dilakukan kelompok ini bertujuan memanfaatkan secara maksimal mesin extruder pengolahan beras sagu yang telah dibantu oleh pemerintah pusat yang nantinya akan kita produksi beras sagu ini secara besar-besaran," kata Darmizun.

Ditambahkan potensi sagu yang melimpah, diharapkan bisa digarap maksimal untuk pakan alternatif dalam kemasan yang baik.

"Potensi sagu yang luas semoga bisa tergarap dengan baik, salah satunya menjadi beras analog sagu sebagai pakan karbohidrat alternatif.  Apalagi, beras sagu analog yang dihasilkan ini memiliki kaya manfaat, terutama bagi kesehatan," ujarnya.

Dikatakan, bahan yang digunakan dalam pengolahan beras sagu analog ini yakni, tepung sagu ditambahkan sedikit air. Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu, dilanjutkan dengan pengukusan. Proses berikutnya dengan memasukkan bahan yang telah dikukus tadi ke dalam mesin extruder, hasilnya akan keluar seperti butiran beras.

"Tidak ada tambahan bahan lain, komposisinya hanya terdiri dari sagu dan air. Satu kilo sagu akan menghasilkan satu kilo beras analog pula," pungkasnya.***