PEKANBARU - Sebanyak 12 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Riau terjun langsung menemui peternak burung puyuh lokal Pekanbaru. Para mahasiswa ini belajar langsung tentang pengelolaan peternakan puyuh petelur di DeKings Farm dan Kelompok Ternak Pemuda Trans Bersatu, Komplek Trans Jasa Industri Jalan Cipta Karya, Pekanbaru.

Belasan mahasiswa semester empat tersebut mengamati secara dekat proses panen, pemberian pakan, hingga perawatan unggas puyuh. Mereka turut didampingi oleh petugas Bidang Mutu, Wahidun serta petugas Bidang Kemitraan dan Niaga, Rian Hidayat.

GoRiau

Di tengah rintik gerimis malam, para mahasiswa tampak antusias menyusun papan telur atau tray. Tangan kanan mereka menggenggam erat wadah, sementara tangan kiri secara perlahan mengambil telur segar dari rak dan menyusunnya berjajar rapi.

Bagi mahasiswa, memanen telur langsung di kandang memberikan sensasi yang jauh berbeda dibandingkan sekadar membeli di pasar. Suara puyuh, benturan cangkang telur yang khas, serta hangatnya suhu kandang menghadirkan kepuasan tersendiri.

"Telurnya masih hangat, kadang masih ada hangat badan si puyuh. Cangkangnya totol-totol, telurnya glowing," ungkap salah seorang mahasiswi saat memanen telur, Selasa (30/6/2026).

Aroma khas kandang, serbuk sekam, dan wangi pakan konsentrat menambah kesan mendalam bagi rombongan dari Program Studi Ilmu Komunikasi tersebut. Suara telur yang saling bersentuhan di tray seolah menegaskan kualitas telur yang padat dan segar.

GoRiau

"Boleh tiap hari panen telurnya. Boleh pegang burung puyuhnya, ini bertelur tiap hari ya," celetuk mahasiswa lainnya.

Kunjungan tersebut tidak sekadar diisi dengan kegiatan panen. Mahasiswa memanfaatkan momen itu untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai kendala ternak puyuh dan peluang bisnis bagi warga sekitar dalam upaya peningkatan ekonomi sektor peternakan.

Topik seperti harga pakan, fluktuasi harga jual telur, dan biaya operasional menjadi bahasan utama. Mahasiswa juga menggali informasi mengenai siasat para peternak dalam menghadapi melonjaknya harga pakan, anjloknya harga telur, serta rendahnya daya beli masyarakat.

"Kondisi pasar dan penjualan bagaimana. Apakah ke agen atau seperti apa ya," tanya Ketua Kelompok KKN FISIP Berdampak Membangun Negeri, M Favian Abdullah.

Ketua Kelompok Ternak, Raja Adil Siregar merespons antusias rentetan pertanyaan dari para akademisi muda tersebut. Ia menjelaskan strategi pemasaran yang melibatkan masyarakat lingkungan sekitar peternakan.

"Pasar kita langsung ke konsumen atau warung-warung sekitar. Tentunya harga dapat bersaing karena telur yang dijual dalam kondisi fresh, kita libatkan pelaku UMKM juga dan masyarakat sekitar untuk penjualannya," urai Raja.

Raja menambahkan bahwa peluang bisnis ternak puyuh sangat luas dan tidak terbatas pada telur saja. Peternak juga mengolah kotoran puyuh menjadi pupuk organik yang dimanfaatkan oleh anggota PKK setempat untuk menunjang program ketahanan pangan, seperti penanaman cabai dan berbagai jenis sayuran.

"Manfaatnya banyak, telurnya bisa dijual. Lalu kalau sudah afkir bisa jadi pedaging dan kotorannya kita jadikan pupuk untuk tanaman program anggota PKK. Sekarang ini sudah ada beberapa kita uji coba, rencana akan dikembangkan lebih banyak," paparnya.

Selain distribusi telur mentah, warga setempat juga diberdayakan untuk mengolah telur puyuh menjadi hidangan siap konsumsi ketika ada pesanan untuk acara tertentu.

"Kalau ada pesan telur olahan, warga di sini juga yang mengerjakan. Tentu ini menjadi peluang tersendiri," sambung Raja.

Ketua RT setempat, Soleman menilai kehadiran mahasiswa KKN ini menjadi langkah strategis guna membangun kolaborasi yang saling menguntungkan. Terutama dalam pengembangan bisnis rumahan sebagai sumber pendapatan alternatif.

"Ini adalah momentum penting. Kami yang berkecimpung di peternakan ini tentunya menyambut baik kehadiran adik-adik KKN. Bisa bertukar pikiran dan berkolaborasi ya," tutur Soleman.

Soleman menaruh harapan agar kunjungan ini memberikan bekal yang cukup bagi mahasiswa untuk merancang program pemberdayaan masyarakat yang tepat sasaran, sekaligus membuka wawasan berwirausaha di sektor peternakan yang minim risiko.

Berikut daftar Mahasiswa KKN FISIP Berdampak Membangun Negeri yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut:

  • *:M Favian Abdullah
  • * Angga Syahputra
  • * Anggun Syafitri
  • * Annisa Zahra
  • * Avril Ebriyan Hadi
  • * Bima Aulia
  • * Irfan Fadhly
  • * Indri Asmarani
  • * Rifkiansyah Zaidan
  • * Naurah Nazhiraah
  • * Rakha Muhammad
  • * Yudhistira Wicaksono
(rls)