SELATPANJANG - Bantuan sosial (bansos) berbentuk sembako tahap II dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau yang disiapkan oleh pihak distributor sudah tiba dua Minggu lalu, namun sampai saat ini sembako tersebut tak kunjung disalurkan ke masyarakat.

Sembako tersebut memang disiapkan oleh pemerintah daerah bagi keluarga miskin yang terkena imbas tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat akibat wabah Covid-19. Dimana setiap keluarga mendapatkan paket sembako sebesar Rp600 ribu.

Adapun paket tersebut terdiri dari dari 28 kg beras, 1 papan telur, 3 kg gula dan 2 liter minyak goreng, 1 kotak mie instan dan 1 kaleng ikan sardin.

Ketua Koperasi Cahaya Multi Indonusa, Joko Sucahyo selaku pihak distributor mengatakan saat ini pihaknya belum mendapatkan intruksi lebih lanjut terhadap distribusi sembako tersebut.

Dia mengkhawatirkan jika pendistribusian bantuan ini terlalu lama, maka barang akan mengalami kerusakan sehingga tidak bisa dikonsumsi masyarakat. Dimana seharusnya sembako tahap II ini akan disalurkan pada 15 Juni 2020 lalu.

"Sembako ini sudah ready sekitar setengah bulan yang lalu. Seperti beras ini sudah terlalu lama berada di kapal, sehingga kami memindahkannya ke dalam gudang, karena jika terlalu lama di dalam kapal beras akan mengalami kerusakan dan berkutu. Selain beras masih terdapat barang lain yang mudah rusak seperti telur," ujar Joko Sucahyo, Sabtu (27/6/2020).

Dikatakan Joko, untuk menghindari terjadinya kerusakan barang, pihaknya terpaksa menjual sebagian barang yang mudah rusak.

"Melihat dan menimbang belum adanya kepastian penyaluran dari pihak Dinas Sosial, maka kami ambil kebijakan barang yang rentan rusak seperti telur kami jual terlebih dahulu," kata Joko.

Diungkapkannya bahwa pihaknya akan mempersiapkan kembali barang yang akan disalurkan ke masyarakat tersebut.

"Namun akan kami persiapkan segera bila sudah ada keputusan hari penyalurannya dengan waktu tidak mendesak," pungkas Joko.

Untuk diketahui, adapun sembako yang saat ini disiapkan oleh pihak distributor antara lain beras sebanyak 180 Ton, telur 1.300 ikat, sardin 270 kotak (6480 kaleng) gula pasir ukuran 3 Kg sebanyak 6.450 bungkus dan minyak goreng ukuran 2 liter sebanyak 6.450 pack.

GoRiau Saat peninjauan terhadap penya
Saat peninjauan terhadap penyaluran Bansos beberapa waktu lalu.
Sementara itu Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kepulauan Meranti, Agusyanto Bakar, melalui PPTK Bansos, Ferry mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kapan sembako itu akan disalurkan dan itu menunggu intruksi dari pimpinan.

"Saya belum tau kapan akan disalurkan, kita masih menunggu arahan pimpinan. Kita ini nunggu perintah aja kalau ada perintah dibagikan kita bagikan," ungkap Ferry.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan saat ini sedang dilakukan evaluasi dimana Kepulauan Meranti sudah akan memasuki new normal.

"Kita sedang evaluasi dampak new normal terhadap perekonomian masyarakat, bisa saja masyarakat terdampak sudah berubah jumlahnya. Bisa jumlahnya mulai berkurang bisa juga jumlahnya makin bertambah. Keputusannya akan kita ambil melalui rapat dan melalui forum camat juga sedang berkoordinasi kebawah untuk memastikan data terakhir," pungkasnya.***