SIAK SRI INDRAPURA - Tari persembahan dari SMP Kimia Tirta Utama mengawali pembukaan Apel Siaga Karhutla bekerjasama dengan Gapki Riau dan PT Astra Agro Lestari Tbk di PT Kimia Tirta Utama, Selasa (13/8/2019) yang dipimpin langsung oleh Bupati Siak, Drs H Alfedri.

Bupati Siak sangat mengapresiasi komitmen sejumlah perusahaan kelapa sawit yang tergabung dalam Gapki Riau (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Siak. 

"Kita menyadari bencana asap ini merupakan timbul dari kebakaran hutan dan lahan yang dilakukan dengan sengaja oleh oknum-oknum yang membuka lahan. Dimana dampak asap ini sangat merugikan masyarakat, mulai dari kesehatan, ekonomi, pendidikan, bahkan penerbangan terganggu," kata Alfedri saat memimpin Apel. 

Bupati yang sejak beberapa hari lalu turun langsung memantau kondisi karlahut, sudah melihat bagaimana tim pemadam kebakaran, manggala agni, MPA dan pihak perusahaan berjibaku memadamkan api yang terus meluas dengan cepat karena faktor cuaca yang sangat panas.

Ads
Ahmad Zulkarnain, selaku Ketua Panitia giat Apel Siaga Karhutla itu juga menyebutkan PT Astra Agro Lestari Tbk melalui PT Kimia Tirta Utama sangat mendukung salah satu program dari pemerintah Kabupaten Siak yaitu pelaksanaan Perbup nomor 22 tahun 2018 mengenai Kabupaten Siak hijau.

"Bagaimana kita semua bisa menjalankan ketentuan dan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Gabungan pengusaha Kepala Sawit di Riau ini sudah bertekad menyatukan semangat dan arah untuk penanggulangan dan pencegahan Karlahut, khususnya di Siak ini," kata Ahmad Zulkarnain.

Kebanggan yang luar biasa juga disampaikan perwakilan PT Astra, Ahmad Wahyudi saat menyampaikan sambutannya. Dimana Bupati Siak beserta sejumlah Camat di Siak dan masyarakat sekitar yang tergabung dalam MPA berkenan hadir menyemarakkan dan mensukseskan komitmen perusahaan sawit di Siak dalam mencegah terjadinya Karlahut yang berkepanjangan. 

"Kebakaran hutan dan lahan adalah musuh kita bersama kejadian-kejadian yang telah kita rasakan seperti tahun 2015 lalu telah memberikan dampak yang begitu besar terhadap menurunnya tingkat kesehatan masyarakat, menurunnya kegiatan ekonomi dan terjadinya polusi serta kerusakan lingkungan," kata Ahmad Wahyudi.

Ahmad Wahyudi juga menyampaikan  Astra Agro selaku induk dari PT. Kimia Tirta Utama telah berkomitmen dan bekerja keras untuk melakukan upaya-upaya pencegahan Karhutla sebagaimana telah diperintahkan oleh peraturan-peraturan pemerintah. 

"Dalam rangka menghadapi musim kemarau dan bahaya kebakaran tahun ini, kami telah mempersiapkan segala sesuatu seperti membentuk dan melakukan pelatihan kepada Organisasi Tanggap Darurat, yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat, Fire Brigade, Regu Pemantau dan Regu Patroli Api," sebutnya.

Tak hanya itu, perusahaan kelapa sawit yang terletak di Kecamatan Koto Gasib itu juga telah melengkapi berbagai jenis peralatan dan sarana penanggulangan kebakaran seperti alat pemantau (berupa menara dan drone), peralatan pemadam manual, pompa-pompa pemadam portable, peralatan komunikasi, serta mobil pemadam kebakaran. 

Alat-alat ini selalu dipelihara dan siap digunakan untuk menjamin respon yang cepat saat diketahui terjadinya kebakaran. 

Astra juga mengembangkan sistem peringatan dini melalui SMS Broadcast bekerjasama dengan provider Telekomunikasi, yang dapat diterima oleh masyarakat di sekitar perusahaan, yang berisi himbauan atau peringatan agar tidak melakukan pembakaran-pembakaran yang dapat menyebabkan kebakaran tidak terkendali.

"Kebakaran lahan menjadi salah satu masalah nasional yang harus kita atasi bersama - sama. Tidak ada yang bisa mencegah dan menanggulangi kecuali kita harus secara bersama-sama membulatkan tekad dan niat untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan. Oleh karena itu, keterlibatan masyarakat sekitar selaku stakeholder di wilayahnya menjadi sangat penting untuk kita libatkan dalam program pencegahan ini," kata Ahmad Wahyudi lagi. 

Oleh karenanya, Astra Agro melalui anak-anak Perusahaannya terus membangun kerjasama dengan pemerintah Desa dan warga sekitar perusahaan untuk membentuk Organisasi Penanggulangan Karhutla yang biasa dikenal dengan Masyarakat Peduli Api (MPA). 

Meskipun program dan upaya yang telah dilakukan harus terus diperbaiki dan tingkatkan, namun selama tahun 2019 ini Astra Agro bersama MPA dan Aparat telah bahu membahu melakukan upaya pemadaman kebakaran yang terjadi.

"Ada di Dusun Lubuk Miam (Bulan Mei), Desa Pangkalan Pisang (Bulan Mei), Desa Buatan dan Desa Sri Gemilang (Bulan Agustus) dan desa-desa sekitar Iainnya. Dengan kerjasama yang baik antara Perusahaan, Aparat dan Masyarakat diharapkan kebakaran lahan akan semakin cepat tertangani dan tidak meluas sehingga tidak menimbulkan dampak negatif dan kerugian yang Iebih besar," imbuhnya. 

Diakhir acara, berbagai parade ditampilkan seperti marching band dari SMP Kimia Tirta Utama, regu damkar, serta simulasi dalam melakukan pemantauan dan pemadaman kebakaran. ***