JAKARTA - Wakil ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi sikap MUI, NU, Muhammadiyah, ketua DPR, fraksi PKS DPR RI, dan elemen masyarakat lain, yang menolak wacana normalisasi hubungan dengan Israel.

Meskipun, kata politisi yang akrab disapa HNW ini, wacana tersebut sudah diopinikan oleh sejumlah pihak, termasuk media Israel. Dalam opini itu, diwacanakan seolah-olah, Indonesia bakal mengikuti langkah beberapa negara di Timur Tengah, melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

"Termasuk sikap resmi presiden RI Joko Widodo yang disampaikan langsung, melalui telepon kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas, bahwa Indonesia tidak mengikuti arus normalisasi dengan Israel. Indonesia konsisten dengan sikap dasarnya untuk membela Palestina menjadi negara merdeka dengan ibukota Yerusalem Timur," kata HNW dalam rilis, Rabu (20/12/2020).

Dalam posisi ini, HNW menilai manuver politik Amerika Serikat (AS) patut dicurigai, terlebih ketika Donald Trump yang berada di bulan terakhir kekuasaannya, mencoba memperdagangkan pengaruhnya dan mengiming-imingi dana investasi 2 miliar dolar AS (setara kurang lebih Rp28,35 triliun), bila Indonesia mau menormalisasi hubungan dengan Israel. Pernyataan tersebut sebagaimana dinyatakan melalui Kepala lembaga investasi AS untuk luar negeri (DFC) Adam Boehler pada Senin (21/12/2020).

"Itu jelas pelecehan terhadap kedaulatan Indonesia, yang secara historis dipeganginya sejak zaman presiden Sukarno dan seterusnya. Marwah dan jati diri bangsa itu sangat mahal dan tentunya tak bisa dibeli apalagi dengan harga murah, 'hanya' Rp28,35 T. Karena dari Tenaga Kerja Migran Indonesia saja, bisa dihadirkan devisa senilai Rp157 T," kata HNW.***