PEKANBARU - Puluhan pengunjuk rasa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru, Riau, menggelar aksi di depan Mapolda Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (14/11/2016) sore.
Mereka datang ke Mapolda Riau sebagai aksi solidaritas, buntut dari ditangkapnya beberapa orang Kader HMI oleh Polda Metro Jaya, di Jakarta waktu lalu, terkait dugaan provokator dalam aksi Bela Islam yang dilakukan ribuan umat Islam, 4 September 2016 lalu.
Uniknya kali ini, polisi mengerahkan belasan Polwan (Polisi Wanita) di garis terdepan, dan berhadapan langsung dengan pendemo. Polwan-polwan cantik tersebut membuat pagar betis di luar gerbang, sementara Polisi laki-laki (Polki) berjaga di dalam.
Para Polwan itu dikerahkan Polresta Pekanbaru untuk mencegah munculnya potensi-potensi gangguan saat unjuk rasa berlangsung. Selain mereka, Polresta Pekanbaru juga mengerahkan petugas lalu lintas untuk mengatur arus di depan Mapolda Riau, agar tidak macet.
Pada aksi solidaritas itu, pendemo menyampaikan tiga tuntutan, pertama mendesak Polda Metro Jaya untuk segera melepaskan Kader HMI yang sekarang ditahan. Mereka juga menuntut agar menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis.
Kedua, mendesak Kapolri untuk mencopot jabatan Kapolda Metro Jaya, dan terakhir mendesak Kapolri, Jenderal Tito Karnavian segera menangkap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terkait dugaan penistaan agama. Massa juga membawa berbagai spanduk tuntutan soal ini.
Hingga berita diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan kondusif. ***


