Syafaat Al-Qur’an bagi mukmin yang menjadikannya sebagai bacaan utama sekaligus pegangan hidup, salah satunya memberi pertolongan masuk surga.

Rasulullah saw bersabda

“Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh imam Muslim)

Lalu apa yang dimaksud dengan syafaat Al-Qur’an? Menurut Ustadz Abdul Somad terjemahan dari kata syafaat adalah genap. Ini bertolak-belakang dengan manusia yang kelak menghadap Allah Swt dalam kondisi seorang diri.

Syafaat dapat diibaratkan sebagai sahabat saat seorang mukmin tengah sendirian di suatu negeri asing. Kedatangan seorang teman sejati tentunya dapat menghibur dan menenangkan hati saat dia merasa cemas, kesepian dan khawatir di tempat yang tak dikenal. 

Demikianlah kelak Al-Qur’an yang akan menjadi penolong kita, jadi jangan sampai hari-hari yang kita lalui terlewat dari tadarus dan tadabbur.

Untuk Anda yang sibuk dengan aktivitas kerja, menggunakan aplikasi Qur’an digital seperti https://tafsirweb.com bisa jadi alternatif untuk mengaji di mana saja.

Lagipula website Tafsirweb cukup mudah digunakan dan dapat Anda buka dari berbagai perangkat gawai. Tidak hanya memuat ayat-ayat Al-Qur’an dalam huruf arab dan latin berikut terjemahannya, situs ini juga menyediakan tafsir berbagai versi yang terpercaya. 

Fitur tersebut tentunya bisa sangat membantu aktivitas tadabbur Al-Qur’an Anda.

Selanjutnya untuk memperlancar bacaan Al-Qur’an, Anda bisa mencoba metode https://bisaquran.com. Sistem tersebut memudahkan Anda belajar membaca Al-Qur’an secara mandiri melalui website khusus serta aplikasi perpesanan.

Syafaat Al-Qur’an Untuk Mukmin yang Rajin Membacanya

Ada 4 syafaat Al-Qur’an di akhirat kelak bagi orang-orang mukmin yang menjadikannya sebagai bacaan utama sehari-hari sekaligus mentadabburinya. Ini bermakna menghayati isinya, mengambil hikmah dan pelajaran, sekaligus berpedoman teguh pada isi kandungannya.

  1. Pemberi syafaat untuk masuk ke dalam surga

Syafaat Al-Qur’an di akhirat yang pertama adalah membantu umat Islam yang cinta kepada kitab sucinya untuk masuk ke dalam surga. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw:

“Bacalah Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat nanti sebagai pemberi syafaat bagi yang membacanya (dengan tadabbur dan mengamalkannya). Bacalah al-Zahrawain (dua cahaya) yaitu surat Al-Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya, keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut.” (HR. Muslim: 1910)

Yang termasuk dalam golongan pecinta Al-Qur’an di sini adalah mereka yang membaca dan menghafal ayat-ayatnya serta mengaplikasikan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. 

Jadi mereka yang hanya sekedar membaca namun mengabaikan tuntunan yang terkandung di dalamnya tak berhak mendapatkan syafaat tersebut.

  1. Sebagai pengangkat derajat di dalam surga

Syafaat Al-Qur’an selanjutnya adalah pengangkat derajat seorang hamba di dalam surga. Terkait hal ini Rasul Muhammad saw pernah bersabda:

Dikatakan pada orang yang menjadi penjaga Al-Qur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu (tinggi derajatmu di surga) adalah tergantung pada akhir ayat yang engkau baca”. (HR. Abu Daud: 1464 dan Tirmidzi: 3141)

Para ulama berpendapat terkait hadits di atas bahwa setiap seseorang membaca satu ayat, maka akan naik derajatnya sebanyak satu tingkat di surga. Demikian seterusnya sampai dia berhenti pada ayat terakhir hafalannya.

Aisyah ra berkata:

“Sesungguhnya jumlah tingkatan surga itu sebanyak jumlah ayat Al-Qur’an, dan tidak ada satupun penghuni surga yang lebih utama (tinggi tingkatannya) daripada pembaca Al-Qur’an”. (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah: 29952, hasan).

  1. Sebagai perisai dari hisab yang buruk

Umat mukmin tentu paling merindukan syafaat Al-Qur’an di hari kiamat yang ketiga ini, yaitu terhindari dari perhitungan amalan yang buruk. Ibnu Abbas ra berkata:

“Siapa yang membaca Al-Qur’an dan mengikuti petunjuknya, maka Allah akan memberinya hidayah di dunia, dan melindunginya dari buruknya hisab amalan di hari kiamat kelak, karena Allah telah berfirman: “Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka ia tidak akan sesat (di dunia) dan sengsara (di akhirat)”(QS Thaha: 123)

Tafsir ayat ini berdasarkan al-Tahrir wa al-Tanwir 16/330-331 adalah saat seseorang mengikuti petunjuk dari Allah Swt yang turun melalui Rasul-Nya dengan Al-Qur’an, maka dia tak akan tersesat di dunia. 

Seorang mukmin yang Allah selamatkan dari kesesatan di dunia secara otomatis juga akan selamat dari kesengsaraan di akhirat nanti.

  1. Dapat memberikan syafaat kepada kedua orang tua

Syafaat Al-Qur’an akan diterima oleh orang yang buah hatinya menjadi “penjaga” kitab suci ini. Penjaga Al-Qur’an maknanya adalah membaca serta mengamalkan kandungan di dalamnya, walaupun tak menghafalkannya di luar kepala sebagaimana sabda Rasulullah:

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan apa yang terkandung di dalamnya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang cahayanya lebih terang daripada cahaya matahari seandainya berada di rumah-rumah kalian di dunia ini. Maka bagaimana menurut perkiraan kalian mengenai (ganjaran pahala) orang yang mengamalkannya?” (HR Abu Daud: 1453, hasan li ghairihi)

Penutup

Ada 4 syafaat Al-Qur’an bagi umat Islam yang rajin membaca sekaligus menjadikannya pedoman dalam kehidupannya. Pertama adalah memberi pertolongan untuk masuk ke surga-Nya, meninggikan derajat di surga, dan tameng dari hisab yang buruk.

Syafaat bagi penjaga dan pecinta Al-Qur’an tak hanya tercurah bagi yang bersangkutan melainkan juga kedua orang tua di akhirat kelak. ***