PANGKALANKERINCI - Sekitar 17 tahun lalu, saat awal memasuki masa pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), H Zamhur bingung menentukan usaha apa yang akan dijalankannya sehingga dia tetap bisa punya penghasilan yang cukup untuk membiayai pendidikan anak-anaknya.

Di tengah kebingungannya, warga Desa Kuala Terusan, Kabupaten Pelalawan ini, mendapatkan kabar bahwa Departemen Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) membuka kesempatan kepada masyarakat asli Pelalawan untuk menjadi mitra bina inline (mitra bina yang langsung berhubungan dengan operasional perusahaan).

Pria yang kini berusia 71 tahun itu, tak menyia-nyiakan kesempatan yang dibuka PT RAPP tersbut. Ia segera mendaftar untuk menjadi mitra bina PT RAPP melalui usaha palet kayu. Dari awal bermitra tahun 2001, ia selalu didampingi CD PT RAPP.

Awalnya Zamhur sempat ragu dengan usaha palet yang ia geluti. Sebab, perusahaan memiliki ketentuan khusus tentang kualitas palet yang bisa disuplainya.

Ads
“Saya memilih usaha ini karena PT RAPP pasti membutuhkan palet terus-menerus. Palet ini adalah alas untuk kertas-kertasnya sebelum dijual. Awalnya saya sempat bingung juga. Untungnya, saya terus didampingi pihak perusahaan, supaya tahu bagaimana kualitas yang bagus. Termasuk cara menentukan seberapa basah kayunya dan lain-lain,” ujar pria yang selalu memakai peci putih itu.

Zamhur bercerita, modal awalnya menggeluti usaha palet sebesar Rp50 juta, yang berasal dari uang tabungannya selama menjadi PNS.

Mulanya ia menggunakan sengon, akasia dan kayu lainnya sebagai bahan palet. ''RAPP mensyaratkan kayu yang dipakai untuk bahan baku palet harus kayu yang legal, supaya usaha bisa berjalan terus dengan lancar,'' ujarnya.

Zamhur menuturkan, tidak semua kayu bisa diolah menjadi palet. Belakangan ini mendapatkan kayu semakin sulit. ''Hanya tinggal akasia yang bisa diolah menjadi palet sekarang, sebab kayu jenis lainnya sudah sulit didapat,'' terangnya.

Berkat usaha palet binaan RAPP, ayah sembilan anak ini telah berhasil menyekolahkan anak-anaknya, satu di antara anaknya telah menjadi dokter.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/19032017/okejpg-5675.jpgZamhur dengan Palet-paletnya di pabrik palet miliknya. Ia sangat senang telah menjadi mitra bina PT RAPP dan membuka lapangan kerja

Zamhuri pun telah menunaikan ibadah haji tiga kali. Selain itu, dia berhasil membuka kesempatan kerja bagi warga yang tinggal di sekitar rumahnya.

Sementara Koordinator program UKM CD PT RAPP Syafri Edi menjelaskan, PT RAPP menyediakan kemitraan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam program Community Development. Program ini menyediakan kesempatan membangun usaha secara inline dan offline.

''Lebih 3.600 tenaga kerja yang tergabung dalam kemitraan inline di PT RAPP dan 35 hingga 40 jenis usaha offline yang tidak berkaitan langsung dengan perusahaan, namun tetap mendapatkan pendampingan dari PT RAPP,” kata Syafri Edi. (adv)