JAKARTA - Fenomena alam El-Nino, atau peningkatan suhu permukaan dunia menjadi ancaman tersendiri bagi daerah tropis, termasuk Indonesia. El–Nino yang terjadi bersamaan dengan musim kemarau dapat menyebabakan berbagai macam kejadian alam seperti kekeringan serta peningkatan suhu yang berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran lahan dan hutan (karlahut).


El-Nino yang diprediksi akan muncul pada bulan Februari, membuat PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang bergerak pada kegiatan Hutan Tanaman Industri ikut mengantisipasi mencegah terjadinya karhutla sejak dini. Salah satu bentuk antisipasi yang dilakukan RAPP adalah dengan melakukan sosialisasi dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan atau stakeholders mulai dari pemerintahan, kepolisian dan masyarakat, terutama beberapa desa di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Sosialisasi aturan larangan membakar lahan dan hutan menjadi bagian dari program Desa Bebas Api atau Fire Free Village (FFV) RAPP yang diluncurkan pada Juli 2015 dan merupakan komitmen perusahaan untuk mewujudkan zero fire (nol kebakaran. red) di Propinsi Riau. Sosialisasi dilakukan secara langsung kepada warga untuk menyampaikan perlunya menjaga lahan dan hutan serta Undang-undang larangan membakar hutan dan lahan.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26012016/foto2jpg-3880.jpgRAPP bersama dengan Polsek Muara Lembu, Kuasing melakukan sosialisasi larangan membakar lahan dan hutan di Estate Logas.

Ads
Sosialisasi yang dimulai sejak awal tahun 2016 ini telah dilaksanakan dari tingkat desa seperti Desa Dayun, Kabupaten Siak, Desa Pulau Padang, Desa Kebun Lado, Desa Muara Lembu, Kabupaten Kuantan Singingi, dan Desa Segati, Kabupaten Pelalawan serta Kabupaten Kepulauan Meranti. RAPP juga melakukan sosialisasi kepada Pemerintah Daerah dan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dalam rapat sinkronisasi penyelenggaraan pemerintah daerah Kabupaten Siak.

Dalam kesempatan itu, Bupati Siak, Syamsuar, mengapresiasi dan mendukung program pencegahan yang dilakukan oleh RAPP dalam menangani karlahut di Kabupaten Siak. Syamsuar juga menghimbau agar semua pihak bahu-membahu dan bergotong royong mencegah dan mengatasi kejadian karlahut di Kabupaten Siak.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26012016/foto3jpg-3879.jpgSosialisasi juga dilaksanakan di Desa Segati , Langgam untuk memberi informasi bahaya membakar hutan dan lahan.

Program pencegahan karlahut RAPP juga mendapat dukungan dari Kepolisian Sektor (Polsek) Singingi dan Polsek Logas Tanah Darat. Kapolsek Logas Tanah Darat, AKP Karlos yang turut melakukan sosialisasi menghimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di tahun 2015.

"Barangsiapa melakukan pembakaran lahan dan hutan, kepolisian akan melakukan tindakan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga mengapresiasi RAPP yang telah mempersiapkan beberapa peralatan yang cukup apabila terjadinya kebakaran,'' ungkap Karlos.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26012016/foto4jpg-3878.jpgKegiatan Sosialisasi juga dilaksanakan di Logas Darat,Kuansing dengan berinteraksi langsung dengan warga setempat.

Direktur RAPP, Rudi Fajar, mengatakan Program Desa Bebas Api merupakan komitmen perusahaan untuk melakukan pencegahan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Riau dan mewujudkan zero fire pada tahun 2016 yang sejalan dengan misi pemerintah.

"Sejalan dengan instruksi Presiden, kita ingin tunjukkan keseriusan perusahaan, apa yang dianggap tidak mungkin oleh orang lain untuk Zero Fire, bisa kita wujudkan bersama-sama,'' ungkap Rudi Fajar dalam sosialisasi Program Desa Bebas Api 2016, di Pangkalan Kerinci.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26012016/foto5jpg-3877.jpgManajer RAPP Estate Pulau Padang Marzum Hamid bersosialisasi Desa Bebas Api di Siak.

Tahun ini, RAPP yang merupakan bagian dari APRIL Group menggandakan peserta program Desa Bebas Api dari 9 desa menjadi 18 desa untuk menekan terjadinya kebakaran hutan di Riau. Sebanyak 18 desa ini berasal dari 3 Kabupaten dan 7 kecamatan di Riau, diantaranya Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak dan Kabuapten Kepulauan Meranti. Rudi Fajar mencatat dari tahun 2013 hingga 2015, jumlah luasan lahan terbakar dari sembilan desa mengalami penurunan, terdapat 1039 hektar lahan terbakar pada tahun 2013, 618 hektar lahan terbakar di tahun 2014, dan menurun drastis di tahun 2015 yang hanya mencapai 53 hektar lahan terbakar setelah sembilan desa berkomitmen mengikuti program FFV.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26012016/foto6jpg-3876.jpgKepolisian Resort (Polres) Kabupaten Siak bersama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan sosialisasi larangan membakar lahan dan hutan kepada masyarakat Desa Dayun, Siak

''Bekerjasama dengan masyarakat dan pemerintahan desa, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebakaran lahan dan hutan serta dampak dari kebakaran adalah sebuah langkah penting untuk mencapai tujuan dari Program Desa Bebas Api,'' ucap Rudi. ***

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26012016/foto7jpg-3875.jpgDirektur RAPP, Rudi Fajar, membuka acara sosialisasi program Fire Free Village (FFV) kepada 18 desa di Hotel Unigraha, Kompleks RAPP, Pangkalan Kerinci.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/26012016/foto8jpg-3874.jpgKepala Desa Kuala Panduk ketika menerima penghargaan Desa Bebas Api yang diserahkan oleh Plt. Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, tahun 2015.